Cimahi Walking Tour Heritage, Jelajah Jejak Peninggalan Belanda di Kota Tentara
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mengoptimalkan potensi wisata jejak peninggalan Belanda dengan meluncurkan program Cimahi Walking Tour Heritage,
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Cimahi- Berjuluk "Kota Tentara" Cimahi tentu memiliki banyak bangunan militer bersejarah yang hingga kini masih aktif digunakan sebagai tempat pendidikan calon taruna terbaik yang bakal terjun di medan pertempuran.
Tak hanya itu, sejumlah bangunan peninggalan di era Belanda pun masih kokoh berdiri di tengah kota menorehkan berbagai catatan sejarah yang menarik untuk digali.
Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi sebagai wisata edukasi sekaligus menjadi alternatif untuk mendongkrak potensi wisatawan mengingat wilayah Cimahi yang minim destinasi wisata alam.
Dikemas dengan nama Cimahi Walking Tour Heritage, para warga lokal maupun luar Cimahi bakal diajak berkeliling menyusuri berbagai gedung bersejarah di setiap sudut Cimahi dengan menaiki bus Saba Kota Cimahi atau Sakoci.
Rute pertama, Sakoci menyusuri Jalan Raya Pos atau Jalan Anyer-Panarukan yang dibangun Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels.
Kini jalan tersebut berganti nama menjadi Jalan Amir Machmud, yang membentang dari ujung Cimahi ke arah Bandung dan Bandung Barat.
Berlanjut, Sakoci pun berbelok ke arah Jalan Gatot Subroto, masuk ke perumahan TNI yang dulu menjadi basis militer Hindia-Belanda di belakang Lapangan Rajawali. Sejurus kemudian, bus pun berhenti di depan pintu masuk Lembaga Pemasyarakatan Militer Poncol.
Di lokasi tersebut, para pengunjung bakal diterangkan sejarah bangunan yang berdiri sejak tahun 1886 itu. Pemaparan sendiri disampaikan tour guide yang berasal dari beberapa komunitas pegiat sejarah serta Dinas Arsip Daerah Kota Cimahi.
Tak hanya itu, para pengunjung bisa berswafoto di depan lemasmil Poncol dan perjalanan pun dilanjutkan ke Gedung Sudirman. Gedung bersejarah yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto itu dulunya merupakan gedung tempat tentara Hindia Belanda berpesta.
Setelahnya, para wisatawan bakal diajak berjalan kaki dan menyeberang ke arah Jalan Sukimun. Di kawasan yang tak jauh dari Masjid Abri berdiri tegap deretan rumah-rumah bergaya kolonial yang sebagian berpenghuni serta sebagian lagi ditinggal terbengkalai.
Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi mengatakan, Cimahi Walking Tour Heritage menjadi cara baru menjelajahi setiap sudut kota yang menyimpan banyak nilai sejarah zaman penjajahan. "Kegiatan ini dalam rangka kita mengenalkan sejarah Kota Cimahi ke masyarakat luas dan wisatawan," kata Dicky.
Dicky menuturkan, ada beberapa paket wisata sejarah yang disiapkan untuk wisatawan untuk kebutuhan wisata maupun pendidikan. Apalagi, sambung Dicky, ada banyak bangunan bersejarah yang bisa didatangi nantinya. "Jadi Pemkot Cimahi bersama komunitas kreatif dan ekonomi, pegiat sejarah, budayawan, sudah menyiapkan jadi paket wisata," tuturnya.
Menurutnya, Cimahi Walking Tour Heritage ini bisa ke beberapa tempat, misalnya selain ke Gedung Sudirman, ada lokasi lain yang tadi tidak didatangi."Bisa paket wisata 2 jam, 3 jam, 4 jam, karena kota kita kaya akan sejarah," imbuhnya.***(Agus Satia Negara)
Editor : Ghiok Riswoto


