Kok Bisa Gini? Larang Anak Buah Setoran, Kadishub Cirebon Didepak Sunjaya
Cerita dahsyatnya dugaan gratifikasi yang diterima Sunjaya Purwadisastra saat jadi Bupati Cirebon terus bergulir. Kali ini datang dari Iis Krisnandar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung – Cerita dahsyatnya dugaan gratifikasi yang diterima sunjaya purwadisastra saat jadi Bupati cirebon terus bergulir. Kali ini datang dari iis krisnandar.
Sudah delapan tahun peristiwa itu terjadi. Tapi, kejadian itu belum hilang dari benak Iis Krisnandar. Dia didepak Bupati Cirebon saat itu, Sunjaya Purwadisastra dari posisi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon. Dia menduga semata-mata karena duit.
Saat itu, Iis Krisnandar dia digeser oleh Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. Dari Kepala Dishub menjadi Kepala Damkar.
Dia merasa pemindahannya itu karena persoalan uang. Pasalnya, saat itu dia melarang seorang bawahannya untuk menyetor duit kepada Sunjaya.
Iis, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Bandung dalam kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa Sunjaya, mengaku pernah melarang anak buahnya memberikan uang kepada sang bupati.
“Satu tahun pas menjabat Kadishub tahun 2015, saya memanggil (seorang) kepala bidang, namanya Pak Slamet Riyadi,” katanya di Bandung, Rabu (5/4).
Slamet dipanggil karena Iis mendengar desas-desus bahwa anak buahnya itu memberikan uang senilai Rp5 juta untuk bupati setiap bulannya. Ternyata, desas-desus ini tidaklah keliru.
“Begitu saya tanya, ternyata sudah 12 kali (ikut) iuran. Dari Oktober 2014 sampai Oktober 2015,” katanya.
Serta-merta Iis melarang Slamet untuk mengulangi tindakan tersebut. Sebab, menurutnya, hal itu akan membebani anak buahnya itu.
“Dari sana, sepengetahuan saya, dia tak menyerahkan lagi,” tambahnya.
Tapi, tak lama setelah itu, Iis kena getahnya. Dia didepak dari jabatan Kadishub, digeser menjadi Kepala Dinas Damkar Kabupaten Cirebon. (cesar yudistira)
Editor : Zulfirman
