Polresta Bogor Kota Ringkus Mucikari Prostitusi Online, Tersangka Tawarkan Beragam Perempuan Premium untuk Dikencani
Polresta Bogor Kota berhasil meringkus seorang mucikari prostitusi online berinisial Dimas Triputra (27) di salah satu hotel daerah Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Polresta Bogor Kota berhasil meringkus seorang mucikari prostitusi online berinisial Dimas Triputra (27) di salah satu hotel daerah Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah.
Kepala Polresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso mengatakan, sebagai mucikari prostitusi online itu tersangka Dimas mematok tarif hingga puluhan rupiah juta untuk sekali kencan.
Dimas menyediakan 20 perempuan premium mulai dari caddy golf, mantan pramugari, selegram, hingga putri kecantikan.
Bismo menuturkan, penangkapan pelaku mucikari prostitusi online itu terungkap dari hasil penyelidikan adanya praktik prostitusi online. Saat dilakukan penggerebekan benar saja ditemukan sepasang laki-laki dan perempuan tengah berada di dalam kamar Nomor 2003.
"Kami amankan Dimas si salah satu hotel wilayah Suryakencana pada Sabtu 24 Februari 2024 sekitar pukul 23.30 WIB," ungkap Bismo, Rabu 13 Maret 2024.
Bismo memaparkan, dalam praktik prostitusi online ini pelaku menawarkan jasa yang berbeda-beda, mulai dari minum-minum cantik kepada pria hidung belang dengan tarif berkisar Rp1 juta, dari setiap transaksi pelaku mendapatkan keuntungan Rp300-500 ribu.
"Kemudian, untu jasa short time pelaku menawarkan tarif berkisar Rp3 juta sampai Rp15 juta untuk sekali kencan. Dari transaksi ini pelaku mucikari mendapatkan keuntungan Rp1 juta hingga Rp5 juta," papar Bismo.
Bismo melanjutkan, sedangkan untuk long time, pelaku Dimas Tri Putra menawarkan tarif yang lebih fantastis yakni berkisar Rp10 juta hingga Rp30 juta. Di mana, mucikari ini mendapatkan keuntungan Rp5-10 juta.
"Untuk praktik prostitusi yang dilakukan tersangka ini tak hanya di Kota Bogor, pelaku memiliki jaringan yang ada di Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, Bali, dan Kalimantan. Modus pelaku adalah dengan menawarkan melalui media sosial WhatsApp. Kemudian setelah ada kesepakatan, pelaku dengan pria hidung belang ini barulah melakukan transaksi," terangnya.
"Mucikari ini mengantarkan wanita ke hotel. Mucikari ini menunggu sampai selesai. Berdasarkan keterangan pelaku aktivitas prostitusi online ini sudah berlangsung sejak tahun 2019 hingga 2024. Dalam kurun waktu tersebut, Dimas Tri Putra berhasil mengantongi keuntungan Rp200-300 juta yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan lifestyle atau gaya hidupnya," tambah Bismo.
Bismo juga mengatakan, sasaran pria hidung belang yang menjadi pelanggan prostitusi online ini merupakan kalangan menengah ke atas.
"Ada 20 orang yang menjadi korban berprofesi sebagai caddy, selebgram, putri budaya, hingga mantan pramugari," pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Luthfi Olot Gigantara menuturkan, dari hasil pemeriksaan ini setidaknya terdapat 20 perempuan yang masuk dalam lingkaran prostitusi online ini.
"Sementara semuanya mereka sudah dewasa dengan motif ekonomi. Mereka dikirimnya bermacam-macam. Ada ke Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan, Bandung. Semuanya bersumber dari mucikari ini," terang Lutfi.
Lutfi menjelaskan, tidak semua orang dapat memperoleh akses langsung kepada pelaku ini. Pelanggan harus kenal dulu secara ekslusif dan kemudian ditawarkan melalui platform WhatsAppnya.
"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ancaman 15 tahun penjara," tegasnya. (rizki mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

