Solusi Dampak Kenaikan BBM, Peneliti dari Kalangan Nahdliyyin dan Komunitas Pesantren Jabar Ciptakan Kapsul N-Hijau
Pascakenaikan harga BBM, sejumlah peneliti dari kalangan Nahdliyyin dan komunitas pesantren Jabar membuat sebuah inovasi. Mereka menciptakan solusi dampak kenaikan BBM yang dilabeli Kapsul N-Hijau.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pascakenaikan harga BBM, sejumlah peneliti dari kalangan Nahdliyyin dan komunitas pesantren Jabar membuat sebuah inovasi. Mereka menciptakan solusi dampak kenaikan BBM yang dilabeli Kapsul N-Hijau.
Sejumlah peneliti dari kalangan Nahdliyyin dan komunitas pesantren Jabar berhasil menciptakan Kapsul N-Hijau yang jika dicampurkan ke BBM kendaraan maka bisa penggunaannya akan lebih irit. Produk ciptaan tersebut merupakan solusi dampak kenaikan BBM.
Koordinator Komunitas Peneliti Kapsul N-Hijau, sekaligus Ketua Lembaga Kesehatan Pengembangan Penerapan Pengobatan Tradisional (LKP3T) Pergunu Jabar Asep Rukmana mengatakan, pemerintah pastinya sudah memikirkan masak-masak soal kenaikan BBM.
"Adanya kegaduhan yang terjadi tentunya tidak akan berdampak jika tanpa solusi yang ditawarkan," katanya kepada wartawan.
Ia menilai, sudah selayaknya dukungan diberikan kepada pemerintah dan seharusnya dilakukan semua komponen bangsa.
"Hal itu dilakukan dengan harapan efek domino yang akan diakibatkan dari kenaikan BBM ini bisa ditangani pemerintah," ujarnya.
Serta, sambung dia, tentunya tidak membawa beban tambahan bagi masyarakat yang baru sedikit bangkit ekonominya akibat pandemi Covid-19.
"Yang diperlukan sekarang ini adalah bagaimana setelah kenaikan BBM, biaya transportasi pribadi, biaya tranportasi keluarga, biaya transportasi pesantren tidak naik," terangnya.
Ia menyebut, saat ini peneliti dari kalangan nahdiyin yang tergabung dalam komunitas Kapsul N-Hijau punya salah satu solusi dalam menghemat BBM.
Penelitian ini didukung oleh pondok pesantren di antaranya Pesantren Asy-Syfa Lembang dan Pesantren Al Jurumiyah Cipatat, di KBB.
"Kemudian Pesantren Alhikamussalafiyah Sukamantri Sumedang, dan Pesantren An-Nashuha ASHUHA Pabedilan Cirebon," sambungnya.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Asy-Syfa Lembang, K.H. Asep Sunarya mengaku, teknologi Kapsul N-Hijau sudah digunakan dalam komunitasnya.
"Kapsul N-Hijau dicampurkan ke dalam bensin atau solar dengan perbandingan 1:10 liter maka bisa menghemat BBM," ucapnya.
Selain itu, sambung dia, akselerasi dan performa mesin kendaraan meningkat, mereduksi emisi gas buang, dan membantu merawat mesin kendaraan," sambungnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


