Terima Ganti Rugi Sapi Perah Mati Akibat PMK, Begini Ungkapan Haru Peternak Asal KBB
Ribuan peternak asal KBB yang mengalami kerugian akibat terdampak wabah PMK akhirnya bisa sedikit bernafas lega.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Ribuan peternak asal KBB yang mengalami kerugian akibat terdampak wabah PMK akhirnya bisa sedikit bernafas lega.
Pasalnya, peternak asal KBB kini mendapat sedikit bantuan ganti rugi dari pemerintah pusat sebesar Rp10 juta untuk tiap ekor ternak yang mati akibat PMK.
Seperti diketahui, akibat kematian sapi perah, tak sedikit para peternak yang mengalami kerugian dari puluhan juta hingga ratusan juta. Atas kerugian itu, Presiden Joko Widodo menjanjikan uang ganti rugi untuk para peternak.
Guna mengimplementasikan hal tersebut, Kementerian Pertanian mulai menyalurkan uang ganti rugi para peternak sapi yang terdampak wabah PMK, khususnya bagi para peternak yang mengalami kematian maupun potong paksa sapi yang terpapar PMK.
Salah seorang peternak sapi perah asal Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang KBB Yoga Alamsyah (37). Dia mengaku, sudah sejak muda usia menggantungkan perekonomiannya dari sapi perah.
"Tapi akibat PMK membuat dirinya kebingungan untuk memperoleh penghasilan demi mencukupi kebutuhan keluarganya," kata Yoga kepada wartawan.
Menurutnya, kematian sapi-sapi perahnya tersebut sekaligus mematikan pula roda ekonomi yang selama ini didapat dari produksi susu sapi perah.
"Sebelumnya belum pernah ngalamin ada kematian sapi akibat wabah PMK," tuturnya.
"Ya sangat merugi, keluarga saya menggantungkan ekonomi dari sapi perah," keluhnya.
Ia mengaku bersyukur lantaran menerima bantuan sebesar Rp10 juta dari Kementerian Pertanian.
Dirinya pun berjanji uang tersebut bakal digunakan sebagai tambahan modal untuk membeli sapi perah lagi.
"Rencananya akan dibelikan sapi lagi, karena usaha saya cuma itu, dari sapi perah," tutupnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

