Banyak Kasus Anak Berhadapan Dengan Hukum, Pemkot dan PN kelas IA Bogor Bentuk Satgas

Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari bersama Kepala Pengadilan Negeri (PN) kelas IA Bogor Iman Luqmanul Hakim bersepakat membentuk tim khusus penanganan anak berhadapan dengan hukum ataupun anak yang menjadi korban.

Banyak Kasus Anak Berhadapan Dengan Hukum, Pemkot dan PN kelas IA Bogor Bentuk Satgas
Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari

INILAHKORAN, Bogor - Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari bersama Kepala Pengadilan Negeri (PN) kelas IA Bogor Iman Luqmanul Hakim bersepakat membentuk tim khusus penanganan anak berhadapan dengan hukum ataupun anak yang menjadi korban. 

Hal ini dilakukan setelah melihat banyaknya kasus anak berhadapan dengan hukum ataupun anak sebagai korban yang disidangkan di PN kelas IA Bogor.

Kepala PN Kelas IA Bogor, Iman Luqmanul Hakim memaparkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari terkait banyaknya kasus anak berhadapan dengan hukum maupun anak yang menjadi korban yang disidangkan di PN kelas IA Bogor.

"Saya yakin pada masa Wali Kota Bogor Bima Arya juga persoalan anak berhadapan dengan hukum ini, sudah menjadi perhatian utama. Nah ini jadi di masa kepemimpinan Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari akan lebih menjadi perhatian juga," ungkap Iman kepada INILAHKORAN pada Minggu 12 Mei 2024.

"Ya, terlebih lagi dengan status Kota Bogor layak anak, betul-betul kita harus melakukan berbagai upaya agar bisa melindungi anak itu dari perbuatan-perbuatan yang selayaknya mereka terima," tambah Iman.

Iman menegaskan, kedepannya pihaknya bersama Pemkot Bogor akan membentuk tim, pastinya PN kelas IA Bogor secepatnya akan mendukung berbagai hal langkah yang diambil Pemkot Bogor terlebih untuk pelayanan publik dan perlindungan masyarakat di Kota Bogor.

"Kasus anak berhadapan dengan hukum ataupun menjadi korban, kalau secara angka belum direkap pasti. Tetapi secara kasus, saya menetapkan majelis hakim untuk menyidangkan perkara itu banyak yang melibatkan korban anak dan pelakunya anak. Ada juga korban orang dewasa, tapi pelakunya anak. Jadi banyak dikasus-kasus tersebut, menepatkan anak sebagian korban juga," tegasnya.

Iman menjelaskan, hal itulah yang harus pihaknya carikan jalan keluar. Alhamdulillah respon Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari sangat baik dan langsung disampaikan segera dibentuk tim.

"Mudah-mudahan dengan tim itu bisa kami nanti meminimalisir atau bahkan kedepannya tidak ada lagi kejadiannya yang menimpa anak," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari memaparkan, dirinya baru melemparkan ide, tetapi akan dicermati bersama.

"Saya baru melemparkan ide, tapi akan kita cermati dan kita gali kembali kemungkinannya. Poin nya kami (bersama PN kelas IA Bogor) akan membentuk Satgas bersama untuk penanganan kasus-kasus yang melibatkan anak-anak baik sebagai pelaku maupun korban," tutur Hery. 

"Kami dari pemerintahan Kota Bogor, karena latar belakang saya dibidang Sumber Daya Manusia (SDM), kami sudah menyadari zaman berubah. Generasi Z atau gen Z yang menjadi dominasi atau jadi customer pelayanan publik kami. Didominasi gen z dengan karakter yang berbeda. Kemudian juga, informasi yang demikian hands on ke setiap tangan masyarakat, tentu kami sebagai pelayan publik harus merespon ini," tambah Hery.

Hery menjelaskan, mungkin dari dahulu kasus anak berhadapan dengan hukum banyak, tapi sekarang ini lebih banyak terekspos lagi. Oleh karenanya untuk menunjukkan negara hadir dalam urusan yang ternyata semakin penting.

"Ya, ternyata kami merespon nya dengan tadi. Mudah-mudahan ada Satgas untuk solusi bersama, minimal kami duduk bersama apabila ada kasus anak ini," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Ahmad Sayuti