Bawaslu Temukan Dugaan Pelanggaran dari Caleg, Wanti-wanti Caleg Lain Taat Aturan
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor menerima laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan salah seorang calon anggota legislatif (caleg) Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor menerima laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan salah seorang calon anggota legislatif (Caleg) Kota Bogor.
Dimana salah satu Caleg dianggap melanggar aturan kampanye dengan membagikan paket sembako serta uang. Bahkan, Bawaslu telah melakukan penelusuran terkait informasi awal tersebut.
Komisioner Bawaslu Kota Bogor Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi, Suriantona Siburian membenarkan kabar tersebut. Jika laporan hasil pengawasan dari Panwascam serta Panwas Kelurahan sudah diterima Bawaslu, kemudian sudah ditetapkan jadi temuan.
"Sejumlah barang bukti sudah kami pegang. Saat ini, semua masih berproses dan apabila saat bukti mengarah ke hal yang diluar aturan, maka patut diduga masuk pelanggaran Pidana Pemilu," terang pria yang akrab disapa Anto pada Senin 18/ Desember 2023.
Anto memaparkan, Bawaslu akan tegak lurus dalam penanganan pelanggaran si caleg tersebut, karena pihaknya sudah sering dan bawel dalam memberikan imbauan. Saat ditanya bukti apa yang sudah dipegang Bawaslu, Anto menuturkan, barang buktinya yaitu paket sembako, amplop yang ada stiker calegnya dimana isinya ada uang Rp25 ribu.
"Foto-foto penerima yang notabene warga juga sudah kami pegang. Untuk hasilnya bagaimana, ya nanti kami akan umumkan secara terang benderang," paparnya.
Anto menjelaskan, Bawaslu sudah jauh-jauh hari mewanti-wanti peserta Pemilu baik Pileg maupun Pilpres, untuk mentaati peraturan selama masa kampanye yakni dengan tidak memberikan bingkisan maupun sembako.
"Iya, tidak boleh meskipun ada batasan nominal Rp100 ribu itu dimaksudkan untuk bahan kampanye jika dirupiahkan, bukan berupa bingkisan atau sembako kemudian diberikan ke masyarakat," jelasnya.
Anto menuturkan, bahan kampanye yang diperbolehkan dilakukan bagi peserta pemilu itu sesuai dengan Peraturan Bawaslu RI Nomor 11 Tahun 2023 tentang Pengawasan Kampanye Pemilihan Umum. Dalam Peraturan Bawaslu ini telah diatur bahwa bahan kampanye yang dimaksud berupa selebaran, brosur, pamflet, poster, stiker, pakaian, penutup kepala, alat minum/makan, kalender, kartu nama, pin, alat tulis, dan/atau atribut Kampanye Pemilu lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Anto juga mengimbau, kepada masyarakat jika menemukan ada peserta pemilu yang melakukan hal-hal yang melanggar aturan, segera melaporkan ke Bawaslu.
"Segera laporkan, bisa ke Bawaslu atau ke Panwascam setempat," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti

