Begini Langkah Pemkot Bogor Tangani Longsor Cilendek Barat
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menangani longsor susulan di Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menangani longsor susulan di Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat.
Wali Kota Bogor Bima Arya memaparkan longsor susulan terjadi pada hari Sabtu 10 Februari 2024 setelah kejadian sebelumnya sekitar satu pekan lalu atau pada Minggu 4 Februari 2024. Untuk penanganan kawasan yang longsor Cilendek Barat ini merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane.
"Ya, memang ini kewenangan BBWS, tadi sudah dikoordinasikan, sedang dalam perencanaan segera intervensi (menangani longsor Cilendek Barat)," ungkap Bima, Minggu 11 Februari 2024.
Bima mengaku, telah berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana BPDB dan Kepala Dinas PUPR Kota Bogor untuk memastikan hal-hal yang bisa dilakukan sesegera mungkin, salah satunya menggunakan anggaran Biaya Tak Terduga (BTT).
"Kalau lewat BTT saja diprosesnya, kalau memang BBWS ini lama. Karena ada rumah dan beberapa jiwa yang harus mengungsi sementara. Itu sangat berbahaya menurut saya, jadi saya minta dipercepat," tutur Bima.
Bima mengimbau warga yang rumahnya terdampak untuk tidak menempati rumah sementara waktu. Dirinya juga meminta BPBD Kota Bogor mengungsikan warga tersebut ke hunian sementara (huntara) selama tiga bulan.
"Warga tidak tinggal di sini dulu sampai dilakukan intervensi penguatan. Ada huntara dari BPBD dan kecamatan berkoordinasi untuk digeser ke huntara dulu," papar Bima.
Bima juga mendorong BBWS maupun PUPR mengintervensi penanganan dampak longsor ini secepatnya mengingat konsultan dan perencanaan sudah ada
"Akan dilakukan penanganan pakai Tembok Penahan Tanah (TPT) kayu sambil menunggu intervensi BBWS. Saya minta BBWS dipercepat. Kalau agak lama menurut saya diintervensi aja pakai BTT," terang Bima.
Kalak BPBD Kota Bogor Hidayatulloh membeberkan, penangananongsor Cilendek Barat tengah dilakukan, saat ini tengah elaksanakan upaya warga terdampak bangunan yang berada di pinggir sungai. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BBWS untuk menutup pintu air Pulo Empang dan Mantarena, untuk mengantisipasi dampak langsor susulan.
"Nah, ini kami lakukan pengkajian, fenomena baru sungai amblas. Sekitar 7 meter pendangkalan. Disitu ada bendungan jaman kolonial, mengatur untuk pengairan atau irigasi sawah zaman dahulu. Kejadian tersebut ada didua RW yaitu RW01 dan RW05, sebelumnya ada 31 jiwa yang terdampak," tutur Hidayatulloh.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan relokasi warga yang terdampak longsor pertama satu Minggu lalu ke ruang keluarga terdekat atau dicarikan kontrakan. Ada beberapa rumah diberikan police line, hasil berkoordinasi dengan Polsek Bogor Barat karena rumah sudah tidak bisa ditempati.
"Untuk Huntara dari APBD Kota Bogor bisa diberikan untuk tanggap darurat bagi rumah yang membahayakan atau tidak layak huni anggaran Rp1 juta satu bulan. Jadi dipinggir sungai itu masuk dalam zona hitam, sehingga sebetulnya tidak boleh dihuni juga. Kami terus tangani longsor Cilendek Barat ini," pungkasnya. (rizki mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

