Disnakertrans Jabar Sebut Ini Kecelakaan Kerja yang Paling Sering Terjadi...
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar Teppy Wawan Dharmawan menyebut, pekerja jatuh dari ketinggian adalah kecelakaan kerja yang paling sering terjadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar Teppy Wawan Dharmawan menyebut, pekerja jatuh dari ketinggian adalah kecelakaan kerja yang paling sering terjadi.
Teppy melanjutkan, jatuh dari ketinggian paling dominan sebagai kecelakaan kerja yang terjadi diduga akibat abainya pekerja terhadap keselamatan ketika saat melakukan pekerjaannya.
Sedangkan, kecelakaan kerja akibat alat atau mesin kata Teppy, tidak terlalu banyak dan ini disyukurinya karena pekerja dan perusahaan memiliki standar keselamatan dalam melakukan operasionalnya, sehungga mampu meminimalisir potensi kecelakaan.
"Jatuh, lalu terkilir. Itu yang terbanyak (kecelakaan kerja di Jabar). Paling banyak jatuh. Kalau yang karena alat, Alhamdulillah tidak pernah banyak," ujar Teppy belum lama ini.
Sementara pekerjaan yang paling sering mengalami kecelakaan kerja sambung dia, adalah sektor informal padat karya. Dimana diduga, selain karena lalai juga tidak ada standar operasional spesifik kala bekerja, baik dari pakaian khusus dan sebagainya.
"Informal. Soalnya kadang pemilik (usaha) dan pelaku (pekerja), orangnya sama. Misal tukang las, pemilik dan pekerja dia juga," ucapnya.
Pada 2023, kecelakaan kerja di Jabar naik drastis mencapai 69.858 kasus. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari 2022, dimana angka kecelakaan kerja menyentuh 44.570 kasus.
Asisten Daerah (Asda) I Pemerintahan dan Kesra Setda Jabar saat itu, Dedi Supandi mengaku peningkatan terjadi karena selaras dengan bertambahnya jumlah perusahaan di Jawa Barat.
Terlepas dari itu, dia mendorong baik perusahaan maupun pekerja untuk selalu mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ketika tengah melakukan aktivitasnya, guna meminimalisir kecelakaan kerja.
"Ini karena perusahaan di Jawa Barat semakin bertambah. Signifikan, terjadi kenaikan karena perusahaannya juga bertambah," terangnya. (yuliantono)
Editor : Doni Ramdhani

