Jadi Dapil dengan Partisipasi Pemilu Rendah, KPU KBB Bakal Lakukan Langkah ini
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengakui tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu di wilayah selatan Bandung Barat masih rendah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengakui tingkat Partisipasi pemilih dalam Pemilu di wilayah selatan Bandung Barat masih rendah.
Bahkan, KPU KBB mencatat tingkat partisipasi khususnya di daerah pemilihan (Dapil) 5 yang meliputi Kecamatan Gununghalu, Sindangkerta, Cipongkor, dan Rongga pada Pemilu 2019 hanya mencapai 70-72 persen.
Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman menduga rendahnya partisipasi di Dapil 5 lantaran tingkat kesadaran politik yang rendah serta akibat kesibukan masyarakat yang mayoritas petani.
"Partisipasi pemilu di wilayah selatan masih rendah. Mungkin karena terkendala aktivitas masyarakat. Ini memang jadi PR kita tahun ini," katanya, Kamis 9 November 2023.
Menurutnya, kondisi berbeda terjadi di wilayah perkotaan KBB, seperti Kecamatan Ngamprah, Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Lembang di mana partisipasi masyarakat dalam pemilu yang mencapai 85-90 persen.
"Kalau daerah perkotaan angkanya sudah cukup lebih dari 85 persen, bahkan ada yang mencapai 90 persen. Di wilayah selatan itu masih ada angka 70-72 persen," tuturnya.
Melihat kondisi tersebut, sambung Ripqi, pihaknya bakal terus bekerja keras untuk meningkatkan sosialisasi dan beragam inovasi agar terjadi pemerataan partisipasi pemilih.
Sebab, jika pada Pemilu 2019 angka partisipasi masyarakat KBB berada di 86 persen, maka pada Pemilu 2024 pihaknya menargetkan angka partisipasi masyarakat mencapai 90 persen.
“Kita akan terus menggenjot, melalui sosialisasi ini agar angka itu meningkat. Minimal kita targetkan 90 persen,” paparnya.
Ripqi optimistis partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024 bisa meningkat jika melihat hasil partisipasi Pemilu 2019 di beberapa kecamatan sudah cukup tinggi yakni antara 90-91 persen.
“Kita juga sudah melakukan sosialisasi ke beberapa kampus. Kemudian ke beberapa pesantren juga. Skema yang kita buat sekaligus mensosialisasikan DPTb,” pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana

