Jembatan Tazim Retak, Ini Langkah Yang Diambil PUTR KBB
Tembok pondasi penahan Jembatan Tazim di Desa Celak rusak akibat tembok penahannya retak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Tembok pondasi penahan Jembatan Tazim di Desa Celak rusak akibat tembok penahannya retak.
Keretakan di Jembatan Tazim tersebut terjadi pada tembok penahan tanah (TPT) setinggi 5 meter memanjang dari atas ke bawah yang terlihat jelas yang disinyalir karena ada pergeseran.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi pembangunan Jembatan Tazim.
Berdasarkan hasil pantauan, PUTR KBB memastikan keretakan di Jembatan Tazim tersebut tidak terjadi pada kontruksinya, melainkan karena adanya bagian opritan jembatan yang patah atau rusak.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), KBB, Aan Sopian menyebut, menyikapi adanya kerusakan opritan Jembatan Tazim, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak pelaksana pembangunan, yakni PT Brantas Abipraya.
"Nanti, PT Brantas bakal segera membongkar opritan dan membangunnya kembali,"katanya kepada wartawan.
Kendati demikian, pekerjaan opritan tersebut termasuk bagian pekerjaan yang belum dibayarkan kepada penyedia jasa.
"Opritan jembatannya akan dibangun lagi, tapi kalau konstruksi aman karena tidak merembet ke sana," jelasnya
Ia berharap, tidak ada lagi kendala dalam proses pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Sindangkerta dan Kecamatan Gununghalu, di Desa Celak, Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB.
Sebab, proses penyelesaian Jembatan Tazim saat ini tengah dikebut lantaran ditargetkan dapat rampung bulan depan.
"Semoga tidak ada kendala lagi, sehingga jembatan sepanjang 200 meter dengan lebar 10 meter ini bisa segera selesai," pungkasnya. *** (agus satia negara).
Editor : Ahmad Sayuti

