Suyanto Nilai Proses Seleksi Calon Direksi BPR Cirebon Jabar Tidak Profesional
Profesionalitas Pemkab Cirebon dalam seleksi calon direksi BPR Cirebon Jabar dipertanyakan Suyanto.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Profesionalitas Pemkab Cirebon dalam seleksi calon direksi BPR Cirebon Jabar dipertanyakan Suyanto.
Pasalnya, SK panitia seleksi calon direksi BPR Cirebon Jabar yang ditandatangani Bupati Cirebon Imron terdapat kesalahan yang dinilai Suyanto sangat fatal yakni salah ketik posisi ketua Pansel.
Suyanto yang juga mantan Dewan Pengawas Perumda BPR Astanajapura periode 2011-2019 itu mengatakan, adanya kesalahan fatal itu bisa menimbulkan banyak pihak yang meragukan keabsahan SK panitia seleksi calon direksi BPR Cirebon Jabar tersebut.
Dia mengkritisi Pemkab Cirebon yang masih melakukan kesalahan fatal dalam pembuatan SK Pansel. Menurutnya, kesalahan mengetik nama ketua pansel tersebut menunjukkan Pemda sangat tidak profesional.
"Pada produk hukum bisa salah ketik ini sangat fatal sekali. Apakah memang salah ketik atau human eror atau apa, seharunya sebelum ditandatangani harus ada pengecekan setiap lembar dan kata-katanya. Ini jelas sangat tidak profesional sekali," kata Suyanto, Jumat 26 Agustus 2022.
Ketidakprofesionalan dalam pembentukan Pansel ini disebut Suyanto akan berpengaruh pada hasil tahapan seleksi. Menurutnya, seleksi calon direksi BPR Cirebon Jabar harus mengedepankan unsur profesionalisme. Sebab, BPR merupakan lembaga perbankan yang berbasis kepercayaan dari masyarakat.
"Uang Pemda di BPR hanya berapa persennya saja, yang banyak itu punya masyarakat. Makanya ketika kepengurusannya tidak profesional, kasihan uang rakyatnya," ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti peran DPRD sebagai pengawas atau kontroling pemerintah, terutama di BPR sendiri. Ia menyebut, anggota komisi yang memang membidanginya harus mengetahui proses pansel itu terbentuk.
"Ini ada salah ketik SK Pansel saja hanya diam saja. Jangan dibiarkan seperti ini, BPR ini mengelola uang rakyat yang jumlahnya tidak sedikit," tandasnya.*** (maman suharman)
Editor : Doni Ramdhani
