Fly Over Jalan Bomang Butuh Duit Rp400 Milyar, Pemkab Bogor Mohon Anggaran ke Pemerintah Pusat
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dpupr) Kabupaten Bogor Raden Soebiantoro menuturkan setidaknya Kabupaten Bogor butuh anggaran sebesar Rp 400 miliar dari pemerintah pusat, baik itu Kementerian Perhubungan maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bojonggede-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dpupr) Kabupaten Bogor Raden Soebiantoro menuturkan setidaknya Kabupaten Bogor butuh anggaran sebesar Rp 400 miliar dari pemerintah pusat, baik itu Kementerian Perhubungan maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Dana sebesar itu rencananya untuk membangun fly over yang menghubungkan Jalan Raya Bojonggede-Kemang (Bomang) atau antara Desa Bojong Baru dengan Desa Susukan, Bojonggede.
"Setidaknya dari total kebutuhan, kita mendapatkan anggaran Rp 400 miliar dari pemerintah pusat untuk membangun fly over baik di dua jalur cepat maupun di dua jalur lambat," tutur Raden Soebiantoro kepada wartawan, Kamis, (05/01/2023).
Raden Soebiantoro menambahkan, bahwa fly over sangat dibutuhkan karena lintasan sebidang kereta api atau kereta rel listrik (KRL) dititik tersebut sangat membahayakan pengendara.
"Bayangkan empat jalur kendaraan roda dua, empat atau lebih, di tengah sibuknya perlintasan KRL. Sangat berbahaya, hingga kami lebih membutuhkan fly over untuk keselamatan masyarakat," tambah Raden Soebiantoro.
Ia menerangkan, bahwa proposal permohonan bantuan keuangan atau anggaran tersebut sudah dilaksakanan oleh Pemkab Bogor sejak Tahun 2020 lalu, di zaman kepemimpinan Bupati Bogor Ade Yasin.
"Walaupun bertahap, kami senang kalau permohonan kami disetujui oleh pemerintah pusat," terangnya.
Diwawancara terpisah, anggota Komisi V dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor Mulyadi mengaku sudah mendengar proposal permohonan bantuan keuangan tersebut dari Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin.
"Saya sudah dengar dari Sekda Kabupaten Bogor, nanti kami akan bicara lagi seperti apa tanggapan pemerintah pusat terkait rencana tersebut," singkat Mulyadi.
Sebelumnya, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan meminta Dpupr serta Badan Perencana Pembangunan Penelitian Daerah (Bappeda Litbang) untuk melobby pemerintah pusat.
Hal itu, agar Kabupaten Bogor mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) untuk kelanjutan pembangunan Jalan Raya Bojonggede-Kemang (Bomang), terutama untuk membangun jalur cepat dan fly over.
Jika, jalur cepat mulai dari Bojonggede-Kemang, rencananya fly over dibutuhkan untuk melewati jalur Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line di Kecamatan Bojonggede, yang menghubungkan Desa Susukan dengan Desa Bojong Baru.
Total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun Jalan Raya Bomang, sebesar Rp 1,6 miliar. Dana tersebut, diluar anggaran untuk pembebasan lahannya atau hanya untuk pembangunan fisik jalan, jembatan dan fly over.
"Sekarang ini pembangunan Jalan Raya Bomang dilakukan secara bertahap dengan bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bogor, butuh dana dari pemerintah pusat hingga saya minta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk melobby pemerintah pusat," ujar Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan kepada wartawan, Rabu, (7/12/2022) lalu. (Reza Zurifwan)***
Editor : JakaPermana


