IPB Gulirkan Green Fashion Sawit

IPB University meluncurkan inovasi terbaru yang bernama Green Fashion Sawit, inovasi ini merupakan hasil kolaborasi IPB University dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). 

IPB Gulirkan Green Fashion Sawit

Siti memaparkan, industri kreatif fashion mempunyai peran penting di dalam perekonomian nasional. Dunia fashion di Indonesia terus berkembang seiring dengan kuatnya arus teknologi informasi dan e-commerce. Hal tersebut turut didukung dengan meningkatnya jumlah penduduk berusia remaja dan produktif setiap tahunnya dengan daya beli yang tinggi terhadap kebutuhan fashion yang cantik dan tren.

"Inovasi Green Fashion Sawit merupakan excellent innovation yaitu memberikan manfaat untuk perubahan, memberikan solusi impor kapas, meningkatkan daya saing, peningkatan nilai tambah produk sawit dan turunannya dengan nilai komersial," jelasnya.

Siti membeberkan, kelapa sawit adalah salah satu komoditas yang memiliki peran penting dan strategis. Inovasi riset dalam pemanfaatan dan pengolahan perkebunan kelapa sawit dengan teknologi diperlukan untuk menjamin keberlanjutan, meningkatkan diversifikasi produk melalui aktivitas ekonomi sawit dengan keunggulan kompetitif melalui transformasi ekonomi berbasis inovasi.

"Tandan kosong kelapa sawit (TKKS), lanjut Dr Siti merupakan biomass yang keberadaannya terus meningkat linier seiring dengan produksi crude palm oil (CPO) dan kebutuhan manusia akan minyak nabati. Untuk itu, melalui penelitian yang didanai oleh BPDPKS tahun 2021-2022, biomass sawit ini diubah menjadi biomaterial fashion bernilai ekonomi tinggi yaitu stapel rayon viskosa, benang pilin, kain dan produk industri kreatif. Hal ini merupakan suatu kebaruan atau novelty terkait bahan baku biomass organik non kapas pada fashion," bebernya.

Siti juga menuturkan, keunggulan green fashion sawit adalah memiliki sifat mekanis, optik dan termal merujuk pada standarisasi tekstil Standar Nasional Indonesia (SNI). Inovasi ini juga ramah lingkungan dan rendah emisi karena bahan baku yang digunakan adalah biomass sawit yang diproduksi tanpa bahan kimia serta memiliki nilai ekonomi dan harga bersaing di pasar.

"Oleh karena itu, green fashion sawit memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan. Saya siap bekerja sama dengan industri guna menjadikan inovasi riset dari perguruan tinggi menjadi lebih besar sehingga memiliki manfaat yang lebih luas," pungkasnya.

Halaman :


Editor : Ahmad Sayuti