SBM ITB dan Nyampih Dorong Perwujudan Zero Waste Citi di Kota Bandung Lewat Penyuluhan Memilah Sampah

Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerjasama dengan Nyampih memberikan edukasi kepada warga Kelurahan Rancabolang, Gedegabe terkait implementasi memilih sampah.

SBM ITB dan Nyampih Dorong Perwujudan Zero Waste Citi di Kota Bandung Lewat Penyuluhan Memilah Sampah
Sejumlah Dosen SBM ITB dan Nyampih memberikan penyuluhan memilih sampah kepada warga Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Minggu 9 Juli 2023 (Foto Istimewa)

INILAHKORAN,Bandung- Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerjasama dengan Nyampih memberikan edukasi kepada warga Kelurahan Rancabolang, Gedegabe terkait implementasi Memilih Sampah.

Kegitang yang digelar di Kantor Kelurahan Rancabalong, Minggu 9 Juli 2023 tersebut diikuti sekitar 25 warga yang tampak antusias mengikuti sesi demi sesi penyuluhan.

Kegiatan tersebut digelar sebagai dukungan SBM ITB dan Nyampih terhadap program ESG, sekaligus bentuk nyata mendorong perwujudan Zero Waste City di Kota Bandung. Serta sebagai upaya meningkatkan kepedulian warga dalam memilah sampah rumah tangga yang terbagi kedalam dua jenis, yaitu sampah organik dan non-organik.

Lurah Rancabolang, Ahmad Nurhasan pun mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ahmad Nurhasan berharap kegiatan tersebut dapat terus meningkatkan kepedulian warga dalam memilah dan memilih sampah. 

Terlebih menurutnya, tercatat sampah yang dihasilkan warga kelurahan Rancabolang hampir 1700 ton perbulannya. "Sebetulnya sampah di kelurahan kami ini sudah dipilah kedalam dua jenis sampah, akan tetapi masih banyak sampah yang dikelola dengan cara penimbunan," ungkap Ahmad Nurhasan.

"Sehingga untuk sampah yang telah dipisah dapat dinilai sudah berjalan 40%, namun kurang nya edukasi untuk warga mengenai perbedaan jenis sampah organic dan organik, lalu membedakan tong sampah itu masih kurang. Sehingga saat ini, mayoritas sampah masih ditimbun," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pengabdian Masyarakat Program Pemulihan Ekonomi SBM ITB, Santi Novani mengungkapkan, kegiatan edukasi dan penyuluhan merupakan tahap awal pengenalan pada warga mengenai volume sampah yang membengkak sehingga perlunya kepedulian masyarakat dalam mengelola sampah. 

Sehingga Santi berharap agar warga mampu bekerjasama untuk bersinergi dalam Program Nyampih .

Namun sebelum memperkenalkan Program Nyampih secara detail, Tim SBM ITB dan Nyampih juga memberikan paparan yang menggambarkan mengenai volume sampah yang meningkat di setiap bulannya. 

"Agar ibu bapak mengetahui, bahwa di tahun ini sampah di Kota Bandung meningkat di setiap bulannya. Sampah yang menumpuk dihasilkan dari limbah restoran cepat saji maupun coffeshop yang tengah menjamur di Kota Bandung. Tidak hanya di kota besar, sampah kerap ditimbun di lahan kosong karena faktor demografis khususnya di pedesaan karena kurangnya edukasi terhadap pemilahan sampah. Karenanya kami juga terus bergerak memberikan sosialisasi di beberapa wilayah seperti Sumedang, Gunung Batu, dan daerah lainnya," imbuh Santi.

Dalam kegiatan tersebut, penyuluhan juga  mengenalkan program Nyampih yang dapat memberikan keuntungan  bagi warga diantaranya kemudahan fasilitas pemungutan sampah yang akan diangkut petugas, pengelolaan sampah yang ditimbang dan ditukar sebagai point reward. Hasilnya, warga akan mendapatkan point dari jumlah sampah yang dikumpulkan dan dapat ditukar dengan voucher, barang, maupun uang tunai.

Selain memberikan informasi terkait sampah dan pengenalan program Nyampih, tim pengabdian melakukan sesi tanya jawab dengan warga sekitar terkait output dan harapan program Nyampih kedepannya.***


Editor : Ghiok Riswoto