Adab Memberi Utang : Tunggu Sampai Ia Mampu Bayar
ISLAM tidak hanya menganjurkan kita untuk memberikan pinjaman bagi yang membutuhkan. Lebih dari itu, Islam juga mengajarkan kita etika-etika dan akhlak mulia ketika mengutangkan. Di antaranya sebagai berikut:
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
ISLAM tidak hanya menganjurkan kita untuk memberikan pinjaman bagi yang membutuhkan. Lebih dari itu, Islam juga mengajarkan kita etika-etika dan akhlak mulia ketika mengutangkan. Di antaranya sebagai berikut:
Menunggu sampai Mampu
Kadang-kadang, orang yang berutang tidak selamanya bisa membayar tepat waktu. Bisa jadi karena terkena musibah, ada kebutuhan yang sangat mendesak, dipecat dari pekerjaan atau alasan lainnya.
Maka, ketika itu terjadi, Islam mengajarkan kita sebagai pemberi Utang untuk memberikan dia waktu tambahan sampai benar-benar mampu dan punya harta untuk membayar. Jangan sampai kita paksa-paksa padahal tidak ada sepeser pun uang yang dia punya untuk membayar. Allahberfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 280:
"Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan."
Imam Ahmad dalam kitabnyaal-Musnad, meriwayatkan hadis yang menjelaskan ganjaran bagi orang yang memberikan tambahan waktu pelunasan bagi orang yang belum mampu membayar Utang sampai benar-benar mampu. Hadis tersebut adalah:
Dari Abu al-Yasar bahwasanya Rasulullahbersabda, "Barang siapa yang menangguhkan (waktu pembayaran) bagi orang yang mengalami kesulitan atau merelakan (utangnya), Allah akan naungi dia di bawah naungan-Nya." Muawiyah berkata, "Di saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah
Editor : Bsafaat

