Gembong Jaringan TPPO Medan Wanita Paruh Baya, Puluhan Korbannya Dikirim ke Malaysia
Puluhan korban TPPO jaringan Medan dikirim ke Malaysia dan otak pelakunya wanita paruh baya yang merupakan residivis dalam kasus yang sama
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Sat Reskrim Polres Bogor menangkap empat orang tersangka perkaru tindak pidana perdagangan orang (TPPO), total korban pekerja imigran ada 52 orang.
Dari empat orang tersangka TPPO, satu orang di antaranya berinisial LS (49 tahun) adalah residivis dalam perkara yang sama, di mana perempuan separuh baya tersebut merupakan tersangka utama dan pernah melakukan aksi bulusnya di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Sementara tiga pelaku perkara TPPO lainnya, yaitu AK (37 tahun), RA (32tahun) dan S alias ED (63 tahun) merupakan warga Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.
"Ada empat orang tersangka perkara TPPO yang berhasil kami tangkap dan enam orang lainnya berstatus daftar pencarian orang (Dpo), dimana korban pekerja imigrannya ada 30 orang yang berhasil kami selamatkan dan sementara 22 orang lainnya sudah diberangkatkan ke negara tetangga seperti Malaysia," kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanudin kepada wartawan, Rabu, 14 Juni 2023.
AKBP Iman Imanudin menuturkan bahwa terkait nasib 22 orang tenaga kerja imigram yang berada di luar negeri, jajarannya pun berkordinasi Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Akibat aksinya, empat orang tersangka pun dikenakan pasal 10 juncto pasal 4 Undang-Undang nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dan atau Pasal 81 juncto Pasal 69 juncto Pasal 83 juncto Pasal 68 Undang-Undang nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran.
"Mereka terancam hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun serta sanksi denda minimal Rp 120 juta dan maksimal Rp 600 juta," tutur AKBP Iman Imanudin.
Alumni Akpol Tahun 2002 ini menjelaskan bahwa dalam menjalankan aksinya, mereka menawarkannua melalui sosial media, para korban dijanjikan kerja di Negara Malaysia sebagai asisten rumah tangga, cleaning service dan lainnya.
"Korban dijanjikan gaji perbulan minimal Rp 5 juta dan malsimal Rp 10 juta," jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohannes Redhoi Sigiro menambahkan bahwa ada korban yang menyerahkan uang agar bisa menjadi pekerja migran di Negara Malaysia maupun lainnya.
"Ada yang gratis, ada juga yang bayar hingga jutaan rupiah hingga Rp 21 juta kerugian materilnya. Yang meminta uang pelicin tersebut, dilakukan oleh perekrutnya" tambah AKP Yohannes Redhoi Sigiro.
Ia melanjutkan, walaupun para tersangka berkantor di Kecamatan Rancabungur, namun korbannya tidak banya warga Kabupaten Bogor.
"Korban perkara TPPO ini selain dari Kabupaten Bogor, juga ada dari Kabupaten Cianjur maupun kota dan kabupaten lainnya di Provinsi Jawa Barat," lanjutnya. (Reza Zurifwan)
Editor : Ahmad Sayuti

