INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung
Elly Wasliah mengatakan, kenaikan
harga telur di Kota Bandung telah terjadi sejak awal
agustus.
Hal tersebut, dikemukakan
Elly Wasliah setelah pihaknya menerjunkan tim ke sejumlah pasar tradisional dan modern. Puncak kenaikan
harga telur terjadi di pekan ini, tepatnya Rabu 24
agustus.
Elly Wasliah menyebut, bahwa kenaikan
harga telur terjadi secara merata bahkan se Indonesia. Salah satu penyebab utama mahalnya
harga telur, adalah terjadinya kenaikan pada harga pakan ternak.
"
harga telur di kandang seperti di wilayah Ciamis yaitu Rp 29 ribu per-kilogramnya. Lalu ditambah ongkos distribusi dari Ciamis ke Kota Bandung kurang lebih 10 persen. Sehingga wajar apabila
harga telur mencapai Rp 32 ribu sampai Rp 33 ribu," ucapnya.
Penyebab lainnya, dikatakan
Elly Wasliah bahwa kawasan sentra telur saat ini tengah memenuhi kebutuhan untuk bantuan non tunai. Sehingga sentra telur mendahulukan permintaan pemerintah.
"Tetapi tadi malam, saya melihat ada running text disalah satu televisi. Insya Allah Pak Menteri Perdagangan menjanjikan bahwa dalam tiga minggu ini, maksimal
harga telur akan turun di Rp 28 ribu per kilogramnya," ujar dia.