Pasca Penatapan KLB, Hotel dan Tempat Hiburan Mulai Tutup

INILAH, Bogor -  Pemerintah Kota Bogor sudah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait wabah virus corona atau COVID-19.  Dampaknya, sejumlah hotel dan tempat hiburan sudah tidak beroperasi.

Pasca Penatapan KLB, Hotel dan Tempat Hiburan Mulai Tutup

INILAH, Bogor -  Pemerintah Kota Bogor sudah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait wabah virus corona atau COVID-19.  Dampaknya, sejumlah hotel dan tempat hiburan sudah tidak beroperasi.

 

 

"Pasca ditetapkan status KLB, Pemkot Bogor telah membatasi berbagai kegiatan masyarakat di luar ruangan. Hingga kini, pemerintah gencar sosialisasikan kepada para pelaku usaha tempat hiburan, rekreasi, wisata, dan kuliner agar menyesuaikan kondisi saat ini," tutur Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim Sabtu (2/2020).

 

Dedie menjelaskan, sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa masyarakat diimbau untuk melakukan kegiatan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Tujuannya, agar penyebaran virus tidak semakin meluas. 

 

"Langkah kebijakan yang kami ambil ini demi mencegah dan mengurangi penyebaran virus corona di Kota Bogor. Oleh karena itu, kami meminta dukungan dari semua pihak agar bencana ini bisa tertangani dengan cepat," jelasnya.

 

Dedie menyampaikan, hingga pada saat ini sudah ada beberapa hotel yang telah resmi meniadakan aktivitas kegiatan dan meliburkan seluruh karyawannya. Menurut dia, dengan meliburkan aktivitas perhotelan itu merupakan sebuah contoh konkrit atas langkah kebijakan pemerintah yang membatasi pergerakan masa dikala kondisi darurat. 

 

"Selain itu juga sudah menjadi tanggung jawab sosial bagi para pelaku bisnis untuk mentaati instruksi pemerintah dikala situasi tertentu," terangnya.

 

Dedie memaparkan, ada beberapa hotel yang tutup antara lain Hotel Aston Bogor, Hotel 101 Suryakencana dan Hotel Mirah. Dirinya berharap kegiatan bekerja dari rumah ini bisa diterapkan oleh semua pihak, termasuk pengusaha yang masih mempekerjakan karyawannya di kantor. 

 

"Hal ini dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi ataupun golongan, akan tetapi demi kebaikan bersama. Kita ambil hikmahnya, karena banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan masyarakat ketika di rumah. Kami imbau seluruh pengusaha agar tidak melihat kondisi ini seperti main-main yang bisa menyebabkan terjadinya kerugian bersama di masa kedepannya," tegasnya. (rizki maulidi)


Editor : tantan