Pemkot Cimahi Pastikan Biaya Pengobatan Korban Keracunan di Padasuka Ditanggung dari APBD
Korban keracunan massal di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi usai menyantap nasi boks pada kegiatan reses salah satu anggota DPRD Kota Cimahi kembali bertambah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memastikan biaya pengobatan keracunan warga di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi bakal ditanggung pemerintah.
Diketahui, korban keracunan massal di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi usai menyantap nasi boks pada kegiatan reses salah satu anggota DPRD Kota Cimahi kembali bertambah.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat, hingga pukul 19.00 WIB di tiga rumah sakit jumlah pasien keracunan kembali bertambah sebanyak 38 orang.
"Penambahan pasien keracunan di RSUD Cibabat bertambah 24 orang, 3 orang rawat jalan di RS Mitra Kasih dan 11 orang di RS Dustira," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kota Cimahi Dwihadi Isnalini saat dihubungi, Senin 24 Juli 2023.
Dengan demikian, total korban keracunan massal usai menyantap nasi boks pada kegiatan reses salah satu anggota DPRD Kota Cimahi Fraksi PPP di Kelurahan Padasuka mencapai 307 orang.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi memastikan hingga Senin 24 Juli 2023, jumlah warga Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi yang menjadi korban keracunan usai menyantap hidangan kegiatan reses mencapai 269 orang.
"Untuk pembiayaan sedang dipersiapkan, ini kejadian luar biasa sehingga dipersiapkan pembiayaan ditanggung Pemkot Cimahi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi Dwihadi Isnalini saat dihubungi.
Dwihadi menegaskan, kasus keracunan imbas dari nasi boks tersebut kini sudah ditetapkan sebagai kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga menjadi perhatian dari Pemkot Cimahi.
"Seluruh biaya pengobatan ditanggung APBD Kota Cimahi," tegasnya.
Dwihadi menjelaskan, semua korban keracunan tersebut rata-rata merasakan gejala yang sama yakni mual, diare, dan muntah, sehingga mereka harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit dan puskesmas.
Ratusan peserta reses yang keracunan itu mendapat perawatan di Rumah Sakit Cibabat sebanyak 23 orang, Rumah Sakit Mitra Kasih ada 41 orang, Rumah Kasih Dustira ada 66 orang dan Rumah Sakit Kasih Bunda ada 2 orang dan Rumah Sakit Mall.
"Undangan 350 yang hadir 335 kalau melihat perkembangan, kasusnya nambah terus," ucapnya.
Dwihadi menyebut, warga yang mengalami keracunan berasal dari Kelurahan Padasuka, Kelurahan Setiamanah dan Kelurahan Cimahi.
"Tapi yang paling banyak memang warga dari Kelurahan Padasuka. Sisanya Cimahi sama Setiamanah," ujarnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
