Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana, BPBD KBB Catat Terjadi 21 Bencana Alam Per Januari 2024
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah menetapkan status siaga darurat bencana per tanggal 1 Desember 2023 hingga 31 Mei 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah menetapkan status siaga darurat bencana per tanggal 1 Desember 2023 hingga 31 Mei 2024.
Status siaga darurat bencana tersebut ditetapkan menyusul adanya peningkatan bencana alam yang terus terjadi di berbagai wilayah di Bandung Barat.
Penetapan status siaga darurat bencana tersebut berdasarkan surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/Kep.920-BPBD Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana terhitung 1 Desember 2023 hingga 31 Mei 2024.
Selain itu, langkah tersebut sebagai tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.764-BPBD 2023 tentang Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, Gelombang Ekstrem dan Abrasi serta Tanah Longsor di Provinsi Jawa Barat.
Per Januari 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat ada 21 kejadian bencana alam di Bandung Barat yang mengakibatkan 70 rumah mengalami kerusakan dan sebanyak 7 fasilitas sosial dan fasilitas umum mengalami rusak parah.
"Untuk korban terdampak mencapai 268 jiwa, 33 orang terancam dan satu orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia," kata Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB, Asep Sehabudin saat ditemui, Kamis 11 Januari 2024.
Asep menuturkan, meningkatnya peristiwa bencana alam di Bandung Barat dipicu tingginya curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah di KBB.
"Selain itu, peristiwa ini juga disebabkan kian berkurangnya kapasitas daya tampung sungai akibat sedimentasi dan banyaknya alih fungsi lahan. Sehingga membuat daerah resapan air kian berkurang," tuturnya.
Menurutnya, banyaknya eksploitasi lereng yang dilakukan sembarangan membuat lereng tersebut kehilangan penyangga. Sehingga, berpotensi menyebabkan bencana longsor.
"Getaran lereng akibat gempa bumi dan juga lainnya juga menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor di Kabupaten Bandung Barat," tuturnya.
Meski begitu, pihaknya tetap berupaya maksimal untuk melakukan langkah preventif dalam menangani bencana yang ada di Kabupaten Bandung Barat.
"Hal itu dilakukan agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana banjir, banjir bandang, longsor dan yang lainnya," ujarnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap potensi bencana alam yang ada di Bandung Barat.
"Saya mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada karena kerawanan bencana di Bandung Barat memang cukup tinggi," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

