Covid-19 Menurun, Garut Waspadai Fenomena Gunung Es

Terus menurunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Garut seyogyanya tidak menjadikan semua pihak lengah dan tetap memasang kewaspadaan terhadap bahaya penularan penyakit disebabkan novel coronavirus itu. 

Covid-19 Menurun, Garut Waspadai Fenomena Gunung Es

INILAH, garut - Terus menurunnya kasus covid-19 di Kabupaten garut seyogyanya tidak menjadikan semua pihak lengah dan tetap memasang kewaspadaan terhadap bahaya penularan penyakit disebabkan novel coronavirus itu. 

Apalagi belakangan muncul sejumlah varian baru lebih berbahaya, seperti  varian alpa (B.1.1.7), beta (B.1.351), gamma (Brasil P,1), dan delta (B.1.617.2). Juga, varian terbaru C.1.2 yang muncul di Afrika. 

Masih adanya kasus aktif covid-19 dan penambahan volume harian kasus baru pasien terkonfirmasi positif juga menunjukkan bila wabah covid-19 belum berakhir.

"Kasus Covid turun, tapi kewaspadaan tak boleh kendur. Disiplin akan prokes (protokol kesehatan) harus tetap dijaga dan mestinya jadi kebiasaan sehari-hari sekarang ini. Sampai hari ini, sekalipun secara umum kasusnya menurun, tapi masih ada penambahan kasus positif. Artinya, pandemi belum berakhir. Jangan terlalu euforia dengan menurunnya kasus covid-19 saat ini," kata Ketua DPD Laskar Indonesia Kabupaten garut Dudi Supriyadi, Selasa (31/8/2021).

Menurut Dudi, kasus covid-19 merupakan fenomena puncak gunung es. Apa yang tampak di permukaan hanyalah bagian kecil dari apa yang terdapat di bawah permukaan. Kasus sebenarnya di lapangan lebih banyak daripada yang terlaporkan. 

Dia beralasan, hal itu karena sejak awal, pendataan bermasalah karena sering terjadi ketidaksesuaian data antara daerah dengan provinsi dan pusat. Entah karena terkendala teknis atau kepentingan politis dari masing-masing pihak. 

Juga, di lapangan, banyak orang merasakan gejala terinfeksi Covid, tapi dengan berbagai alasan, mereka tak memeriksakan diri ke layanan kesehatan, atau melapor ke petugas melainkan lebih memilih isolasi mandiri di rumah. Padahal bisa jadi mereka positif dan berpotensi menularkan virus ke orang lain.

Selain itu, lanjutnya, langkah tracing dan testing dilakukan terhadap kontak erat seringkali jauh di bawah standar seharusnya.   

Senada dikemukakan Ketua Lembaga Kajian Tim Komite Nasional (LKTN) garut Andri M Rahmadani. Meski masih terjadi penambahan kasus, dia optimis kasus covid-19 dapat segera berakhir, atau sedaknya terkendali, bila masyarakat tetap disiplin menaati prokesnya. Pemerintah juga serius dan maksimal melakukan tracing, tracking, testing, dan treatment-nya terhadap kontak erat dan mereka yang terpapar covid-19. Ditambah vaksinasi direalisasikan sebagaimana mestinya. 

"Yang tak kurang harus diwaspadai, jangan sampai dalam kasus covid-19 ini ada rekayasa. Dijadikan komoditas politik oleh kalangan tertentu terutama oligarki demi kepentingan mereka sendiri dan kelompoknya, dengan mengorbankan kepentingan rakyat banyak. Baik memarkup maupun memarkdown kasusnya," ujarnya.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan covid-19 Kabupaten garut, kasus aktif covid-19 di Kabupaten garut per 30 Agustus 2021 mencapai 307 kasus. 

Akumulasi pasien positif covid-19 sejak kali pertama kasus covid-19 di garut terdeteksi hingga kini mencapai sebanyak 24.460 orang. Sebanyak 22.994 orang di antaranya dinyatakan sembuh, dan sebanyak 1.159 orang meninggal dunia. (zainulmukhtar) 


Editor : Zulfirman