Kenaikan Tarif Air Perumda Tirtawening Bakal Dievaluasi Kembali
Wali Kota Bandung Yana Mulyana akan mengevaluasi kenaikan tarif air Perumda Tirtawening yang sekarang ini tengah berjalan akibat inflansi tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung Yana Mulyana akan mengevaluasi kenaikan tarif air Perumda Tirtawening yang sekarang ini tengah berjalan akibat inflansi tinggi.
Yana Mulyana mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Kota Bandung menjadi penyumbang inflasi tertinggi di kawasan Provinsi Jawa Barat yakni 7,45 persen.
"PDAM menyumbang 1,77 persen (inflasi), akhirnya kita sudah kaji lagi untuk ditunda termasuk parkir off street," kata Yana Mulyana, Jumat 20 Januari 2023.
Menurut Yana, kenaikan tarif air Perumda Tirtawening yang telah berlangsung akan dievaluasi untuk ditunda. Apabila kajian sudah dilakukan, maka akan dibuat peraturan Wali Kota Bandung untuk ditunda.
"Dikaji dulu. Nanti lah yang penting Insya Allah ada penundaan," ucapnya.
Sambung Yana, kenaikan tarif air Perumda Tirtawening masih harus dievaluasi. Sebab komponen yang perlu dikaji terhitung banyak. Beberapa diantaranya yaitu penyesuaian tarif air, pengelolaan limbah dan penggunaan air minimal 10 meter kubik.
Yana menambahkan, satu meter kubik berarti 1.000 liter dengan tarif Rp 9.000 per meter. Oleh karena itu, satu liter air dihargai Rp 900. Penjelasan itu, Yana mengaku harus dijelaskan sebab masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan informasi.
"Satu meter kubik itu 1.000 liter harusnya gak kerasa mahal," ujar dia.
Yana mengatakan, penundaan tarif parkir off street atau di luar badan jalan sendiri sudah akan dilakukan. Peraturan Wali Kota Bandung terkait hal itu masih diproses di bagian hukum Setda Pemkot Bandung.
"Kenaikan parkir di luar badan jalan dikelola swasta dengan tarif bawah Rp 4.000 dan tarif atas Rp 7.000 per jam. Kalau Perwalnya lagi di bagian hukum," jelasnya.
Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengapresiasi rencana Pemkot Bandung mengevaluasi kenaikan tarif air Perumda Tirtawening dan parkir off street.
Terkait parkir di luar badan jalan sendiri, Tedy Rusmawan menyebut, sudah disosialisasikan kepada pihak ketiga untuk ditunda.
"Perumda Tirtawening dievaluasi mencari terbaik sehingga inflasi bisa ditekan, termasuk menjaga ketersediaan sembako. Tarif air Perumda Tirtawening diperkirakan tetap akan naik. Namun, harus secara proposional dan berkeadilan, kata Tedy Rusmawan.*** (yogo triastopo)
Editor : Doni Ramdhani

