Pemasangan APK dengan Cara Dipaku di Pohon Kian Mengkhawatirkan, DLH Kota Cimahi: Ini Bisa Merusak Kesehatan Pohon

Maraknya pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang dipaku secara sembarang di pohon-pohon yang ada di Kota Cimahi kian mengkhawatirkan.

Pemasangan APK dengan Cara Dipaku di Pohon Kian Mengkhawatirkan, DLH Kota Cimahi: Ini Bisa Merusak Kesehatan Pohon
Pasalnya, selain melanggar Peraturan KPU Nomor 15 tahun 2023 tentang Kampanye dan Penetapan Titik Pemasangan APK telah jelas disebutkan terkait pelarangan memasang APK seperti tempat ibadah seperti musala atau masjid, lembaga pendidikan, dan fasilitas umum. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Maraknya pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang dipaku secara sembarang di pohon-pohon yang ada di Kota Cimahi kian mengkhawatirkan.

Pasalnya, selain melanggar Peraturan KPU Nomor 15 tahun 2023 tentang Kampanye dan Penetapan Titik Pemasangan APK telah jelas disebutkan terkait pelarangan memasang APK seperti tempat ibadah seperti musala atau masjid, lembaga pendidikan, dan fasilitas umum.

Pemasangan APK di pohon juga melanggar Perda Kota Cimahi Nomor 5 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum dan Perda Kota Cimahi Nomor 16 Tahun 2018 tentang Izin Reklame dan Perda Kota Cimahi Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau,

Berdasarkan pantauan INILAHKORAN, pemasangan APK peserta Pemilu 2024 terlihat di daerah Jalan Suka Indah Raya, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Sejumlah APK caleg peserta Pemilu 2024 dari beberapa parpol dipasang dengan cara dipaku, dan diikat dengan kawat sehingga berpotensi mengganggu kesehatan pohon.

Tak hanya itu, terpantau pula pohon di Kota Cimahi mengalami keropos bahkan rusak. Sehingga, membuat kekhawatiran di masyarakat lantaran berpotensi tumbang. Apalagi, saat musim hujan disertai angin kencang.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Cimahi Agus Irwan mengatakan, terkait pemasangan APK di pohon sebetulnya ada tiga aturan yang harus dipahami oleh peserta pemilu. 

"Pertama, Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum pasal 24 ayat b, kedua, Perda No. 13 tahun 2014 tentang Pengelolaan RTH pasal 49 ayat b, dan PKPU Nomor 15 tahun 2023 terkait kampanye ini, di pasal 36 ayat 2 itu ada," katanya kepada wartawan, Rabu 13 Desember 2023.

Agus mengakui, DLH Kota Cimahi sudah mengkampanyekan untuk tidak menancapkan apapun di pohon lantaran tindakan tersebut dapat merusak pohon. 

"Sebenarnya DLH sudah mengkampanyekan dari tahun kemarin untuk tidak menempel APK di pohon, apalagi dengan menggunakan paku," ujarnya.

"Dulu kita mengadakan kegiatan bersama yayasan Go Green tentang pencabutan paku-paku yang menancap di pohon. Itu gerakan moral untuk menyadarkan masyarakat," sambungnya.

Tak hanya itu, menurut Agus, beberapa bulan lalu pihaknya bersama Bawaslu Kota Cimahi mengadakan rapat sosialisasi pada parpol terkait pemasangan APK. 

Dalam rapat tersebut juga sudah disepakati untuk tidak menempelkan atau menancapkan APK dengan paku di pohon.

"Beberapa bulan lalu kita bersama Bawaslu di KPU waktu itu pernah ada rapat sosialisasi terkait ini. Ada perwakilan dari parpol dan sudah sepakat untuk tidak menempelkan APK di pohon," tegasnya.

Sementara itu, terkait dampak pemasangan APK dengan cara dipaku terhadap kesehatan pohon, Agus menjelaskan, pohon seperti halnya manusia yang dapat terinfeksi penyakit, terlebih bila ditancap paku dalam jangka waktu yang lama.

"Terkait kerusakan pohon, seperti hal nya manusia bila tertancap akan terkena bakteri kalau lama-lama. Dalam waktu yang lama bisa berpotensi keropos pada pohon," ujarnya.

Saat disinggung terkait masih banyaknya pohon yang ditancap paku, Agus menjelaskan, pihak DLH siap mendukung Bawaslu Kota Cimahi dalam kegiatan kampanye pemilu, khususnya terkait dengan APK yang tertancap di pohon.

"Terkait sekarang banyak pohon yang ditancap paku, karena untuk mencopot itu wewenang Bawaslu. Mungkin nanti Bawaslu akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mencabutnya," ujarnya.

"Namun, DLH juga akan membantu. Kita tunggu langkah dari Bawaslu seperti apa dan kita siap mendukung," tandasnya. (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani