Perumda Tirtawening Kota Bandung Mulai Rasakan Dampak Kemarau
Musim kemarau berkepanjang saat ini, berdampak kepada kurangnya ketersediaan air. Hal itu terlihat di Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca Pangalengan, Kabupaten Bandung yang mulai terlihat terus berkurang debit airnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, bandung - Musim kemarau berkepanjang saat ini, berdampak kepada kurangnya ketersediaan air. Hal itu terlihat di Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca Pangalengan, Kabupaten Bandung yang mulai terlihat terus berkurang debit airnya.
Hal tersebut menyebabkan Perusahaan Daerah Air Minum (pdam) tirtawening milik Pemerintah Kota Bandung kekurangan pasokan kantong cadangan air baku.
Direktur utama PDAM Sonny Salimi mengatakan, pasokan air ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtawening yang semula 1.500 liter per detik kini hanya mencapai 500 liter per detik.
"Berkurangnya pasokan air, disebabkan air baku dari Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca di Pangalengan, Kabupaten Bandung surut akibat kemarau dan dampak El Nino," kata Sonny Salimi, Sabtu 26 Agustus 2023.
Sonny pun minta kepada warga, khususnya pelanggan air bersih untuk memaklumi apabila pasokan air terganggu dalam sebulan terakhir ini.
"Berkurangnya pasokan air dari dua situ di Pangalengan, Kabupaten Bandung sudah pasti aliran air ke 171 ribu pelanggan terganggu apalagi pelanggan bagian timur dan selatan sangat terganggu," ucapnya.
Pihaknya pun berharap, hujan segera datang karena jika tidak hujan setiap hari, volume air Situ Cipanunjang menurun 37 cm per hari sedangkan air di Situ Cileunca turun 2,5 cm per hari.
"Kita berusaha untuk menambah produksi air dari Sungai Cikapundung tapi sangat terbatas karena kemarau, sebulan terakhir ini pasokan air tinggal 30 persen," ujar dia.
Sonny minta kepada warga agar hemat air dan bijak menggunakan hanya untuk kepentingan minum dan masak," dalam sebulan terakhir banyak komplen air tidak ngalir khususnya daerah Antapani, Arcamanik, Buah Batu, Riung Bandung, dan wilayah selatan serta timur," jelasnya.
Untuk melayani pelanggan pihaknya siapkan air tangki namun harus berkelompok minimal 10 sampai 20 pelanggan," Kami siapkan 24 unit tangki untuk pelanggan yang airnya tidak mengalir," ujar dia.
Sonny menambahkan, bagian timur dan selatan tidak bisa mendapat air lewati pipa karena produksi air kini hanya 500 liter per detik. Sedangkan saat normal 1.500 per detik, berarti kehilangan 1.000 liter per detik artinya 100 ribu pelanggan terganggu. *** (Yogo Triastopo)
Editor : JakaPermana
