Polda Jabar Terapkan 12 Titik Tilang Elektronik, Masyarakat Dihimbau Tertib Lalu Lintas

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat resmi menerapkan sistem penilangan secara elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Bandung. Masyarakat pun diharapkan lebih tertib dalam berlalulintas.

Polda Jabar Terapkan 12 Titik Tilang Elektronik, Masyarakat Dihimbau Tertib Lalu Lintas
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat resmi menerapkan sistem penilangan secara elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Bandung. Masyarakat pun diharapkan lebih tertib dalam berlalulintas.

Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri menjelaskan, pada tahap pertama penerapan Tilang Elektronik Polda Jabar menyiapkan sebanyak 12 titik kamera penunjang sistem ELTE. Semua titik berada di wilayah hukum Polrestabes Bandung.

"Kita Polda Jabar pada tahap pertama ini mendapat ada 12 lokasi. Untuk sementara di Kota Bandung," ucap Dofiri dalam acara launching ELTE di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (23/3/2021).

Dofiri menyebutkan, sistem ELTE masih akan dikembangkan ke wilayah lainnya di Jawa Barat. Total, 21 titik ELTE akan disiapkan di wilayah hukum Polda Jabar.

"Nanti pengembangan lebih lanjut mudah-mudahan nanti di Cirebon dalam artian tidak terlalu lama," ujar Dofiri.

Lebih lanjut, Dofiri menjelaskan penilangan elektronik dinilai lebih efektif dibandingkan penilangan langsung oleh petugas. Pasalnya, pelanggaran yang dilakukan masyarakat akan terekam jelas oleh kamera pengawas, serta surat tilang bisa langsung disampaikan ke alamat atau nomor telepon pemilik kendaraan.

"Nanti mereka akan mendapatkan surat atau juga bisa langsung melalui notifikasi di hanphone-nya kalau sudah terdaftar, jadi ketika itu juga dia bisa ketahuan dia tidak memakai helm mendapat notifikasi bahwa saya melanggar dan tidak bisa mengelak karena foto dan nomor kendaraan yang bersangkutan juga terpampang di etle ini," papar Dofiri.

Selain berguna untuk menangkap pelanggaran lalulintas, Dofiri menuturkan, kamera pengawas ELTE juga diyakini mampu menurunkan angka kriminalitas. Pasalnya, setiap tindak kejahatan di jalan raya akan terekam jelas oleh kamera ELTE.

"Bukan hanya pelanggaran lalu lintas saya kira efeknya orang-orang mau melakukan hal-hal yang tidak kita ingin kan bersama, melakukan tindak pidana ya. Kemudian melakukan hal lainnya, itu bisa terdeteksi melalui kamera itu," tutur Dofiri.

Saat disinggung terkait sosialisasi ELTE. Dofiri memastikan, sosialisasi sudah dilakukan oleh petugas kepolisian. Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi bagi pelanggar lalu lintas mengelak dengan dalih tidak mengetahui aturan.

"Sosialisasi terus kita lakukan dan yang paling penting adalah  di sini masyarakat harus tertib berlalu lintas karena teknologi kepolisian sudah canggih, kapan pun dan di mana pun dia tidak bisa mengelak kalau dia melanggar lalu lintas," ujar Dofiri.

Oleh karena itu, Dofiri meyakini, penerapan sistem tilang elektronik atau ELTE akan mampu mengubah kebiasaan buruk masyarakat dalam berkendara. Sehingga, masyarakat akan lebih tertib dalam berlalulintas.

"Ini tentunya memiliki efek yang bagus ya, karena selama ini kan harus menghadirkan petugas langsung berinteraksi dengan masyarakat tapi kan dengan etle maka mereka sadar betul," ungkap Dofiri.

"Kalau selama ini kan tidak ada petugas lampu merah diterobos karena kultur masyarakat seperti itu, kalau besok sudah harus hati-hati, kalaupun tidak ada petugas di malam hari misalnya saya harus tertib dan mengikuti aturan lalu lintas," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)
 


Editor : Bsafaat