UMKM di KBB Sulit Berkembang, Hipmikindo Berikan Sejumlah Pelatihan Ini
Sulitnya mengakses perizinan dan jejaring menjadi kendala para pelaku UMKM di Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk memasarkan produknya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sulitnya mengakses perizinan dan jejaring menjadi kendala para pelaku UMKM di Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk memasarkan produknya.
Terlebih, bagi para pelaku UMKM yang berada di daerah pelosok, mereka masih terbatas dalam mengakses informasi pengembangan usahanya.
"Banyak pelaku usaha yang sulit maju dan berkembang karena terbatasnya akses, makanya kami mendorong penguatan akses perizinan, jejaring, dan promosi bagi mereka," kata Ketua Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikindo), KBB, Saiful Rachman, belum lama ini.
Menurutnya, untuk mengurus atau mengakses perizinan di era digitalisasi seperti saat ini sebenarnya tidak terlalu sulit.
"Semua bisa dilakukan dari rumah tanpa harus mengurus perizinan dengan datang langsung ke kantor Pemda," tuturnya.
Kendati demikian, sambung dia, yang menjadi persoalan adalah masih kurangnya pemahaman dalam mengaksesnya. Sehingga, banyak para pelaku UMKM yang tidak mengurusnya.
"Contohnya saja, untuk UMKM yang bergerak di bidang kuliner, masih banyak yang belum mengetahui soal mengurus sertifikat halal," ujarnya.
Oleh karenanya, Hipmikindo merasa tergerak untuk memberikan pencerahan soal teknis cara membuat sertifikat melalui pelatihan penguatan akses bagi para pelaku UMKM di KBB.
Termasuk, sambung dia, bagaimana cara untuk membangun jejaring permodalan, perizinan, promosi hingga bagaimana cara mengembangkan usaha.
"Kami menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, seperti dari bank bjb, BPJS Ketenagakerjaan, Baznas, tokoh pemuda, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM KBB, serta Ketua DPRD KBB," sebutnya.
Ia pun berharap, para pelaku UMKM yang sempat kesulitan dan terancam gulung tikar akibat pandemi 2 tahun terakhir, bisa kembali bangkit.
Tentunya, tambah dia, dengan peran serta dukungan dari Pemda KBB mengingat sejauh ini belum semua UMKM tersentuh bantuan.
"Termasuk menikmati program kebijakan dari Bupati Hengki Kurniawan yang meminta ASN KBB belanja produk lokal," pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

