Disperindag Garut Sebut Harga Oksigen Naik akibat Langka

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan hasil pengecekan di pasaran harga oksigen terjadi kenaikan.

Disperindag Garut Sebut Harga Oksigen Naik akibat Langka
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut Heri Gunawan. (antara)

INILAH, Garut - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan hasil pengecekan di pasaran harga oksigen terjadi kenaikan per tabungnya akibat adanya kelangkaan barang karena pasokan dari distributor minim sejak pandemi Covid-19.

"Pada intinya bahwa ketersediaan oksigen hari ini untuk Kabupaten Garut masih dianggap langka," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut Heri Gunawan usai melakukan pengecekan stok oksigen di Garut, Rabu.

Ia menuturkan Disperindag Garut mendadapatkan laporan dari masyarakat terkait langkanya tabung oksigen untuk kebutuhan medis maupun bukan medis dan terjadi kenaikan harga sejak terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Baca Juga : Gawat, Pupuk Bersubsidi di Kuningan Terancam Tidak Dapat Penuhi Kebutuhan Petani

Adanya laporan itu, kata dia, tim dari Disperindag Garut mengecek langsung ke lapangan untuk mengetahui stok oksigen di depot penjualan yakni Depot Sigi dan Tawakal di Kecamatan Karangpawitan, dan Depot Tasman di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul.

Ia mengungkapkan hasil pengecekan di Depot Sigi hanya memiliki 500 tabung dan yang hanya terisi oleh distributor hanya 15 tabung, sisanya kosong. Selanjutnya Depot Tawakal dari 200 tabung yang terisi hanya 15 tabung.

"Di Depot Tasman sedikit ada peningkatan memiliki 800 tabung, mereka permintaan ke Bandung dipasok 100 tabung," katanya.

Baca Juga : Perda Tibum Disahkan, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes

Terkait harga jual oksigen untuk tabung 6 kubik, kata dia, terjadi kenaikan dari distributornya pada kisaran Rp80 ribu sampai Rp100 ribu per tabung, sebelum adanya lonjakan kasus Covid-19 pada kisaran Rp38 ribu sampai Rp40 ribu.

Halaman :


Editor : suroprapanca