DJP Jabar I Resmikan Tax Center ITB
Tax Center ITB (Institut Teknologi Bandung) resmi terbentuk. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama antara Kepala Kanwil DJP Jabar I Erna Sulistyowati dan Rektor ITB Prof Reini Wirahadikusumah di Gedung Rektorat ITB, Kamis 4 Januari 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tax Center ITB (Institut Teknologi Bandung) resmi terbentuk. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama antara Kepala Kanwil DJP Jabar I Erna Sulistyowati dan Rektor ITB Prof Reini Wirahadikusumah di Gedung Rektorat ITB, Kamis 4 Januari 2024.
Keberadaan Tax Center ITB tersebut menambah jumlah tax center di lingkungan perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Kanwil DJP Jabar I. Total terdapat 22 lokasi dengan rincian 18 di Bandung Raya, 2 di Sukabumi, 1 di Purwakarta, dan 1 di Ciamis.
Kepala Kanwil DJP Jabar I Erna Sulistyowati mengatakan, kehadiran Tax Center ITB itu relatif membantu pihaknya dalam menjalankan tugas dan fungsi khususnya dalam peningkatan kesadaran pajak. Sebab, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam hal ini Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jabar I tidak dapat berdiri sendiri, perlu sinergi dan kolaborasi dengan pihak lain.
Ia mengatakan kesepakatan pembentukan Tax Center ITB ini merupakan bentuk kolaborasi sinergis Kanwil DJP Jabar I dengan ITB untuk meningkatkan kesadaran pajak.
“Tax center bukan hanya diasosiasikan untuk fakultas ekonomi, namun tax center merupakan wujud kerja sama antara perguruan tinggi dan DJP dalam membangun kesadaran dan memberikan edukasi perpajakan kepada mahasiswa, civitas academica, dan masyarakat dalam rangka peningkatan kesadaran pajak,” ujarnya.
Tax center, sambung Erna, merupakan merupakan agen informasi, pendidikan, dan pelatihan perpajakan di perguruan tinggi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang hak dan kewajiban perpajakan kepada masyarakat serta meningkatkan kerja sama dan kemitraan antara DJP dengan Perguruan Tinggi.
Lebih lanjut Erna mengatakan partisipasi warga negara dalam menunjang pembiayaan negara melalui pembayaran pajak merupakan salah satu pilah kehidupan bernegara. Sekitar 80% penerimaan negara bersumber dari penerimaan pajak. Oleh karena itu keberadaan tax center menjadi penting.
“Sebagai kepanjangan tangan DJP, tax center memiliki peran sebagai sebagai pusat edukasi di kampus dan masyarakat, pusat informasi perpajakan, mitra keputusan kebijakan, mitra pemberdayaan masyarakat, dan mitra pendukung layanan perpajakan,” ungkapya.
Ia pun menambahkan “Beberapa bentuk kegiatan dapat dilakukan dengan adanya tax center antara lain relawan pajak, inklusi perpajakan, tax goes to campus, e-riset, dan sosialisasi perpajakan,” imbuhnya.
Erna pun berharap sambil terus berupaya agar seluruh perguruan tinggi di wilayah kerjanya dapat menjalin kerja sama dengan Kanwil DJP Jabar I terkait pengelolaan tax center. Sehingga kemandirian bangsa melalui penerimaan pajak yang andal dapat diwujudkan bersama dengan meningkatnya pemahaman dan kesadaran pajak masyarakat yang ditumbuhkan mulai dari tax center.
Sementara itu, Rektor ITB Prof Reini Wirahadikusumah mengatakan peningkatan kesadaran pajak termasuk salah satu tanggung jawab institusi pendidikan termasuk ITB.
“Bersama-sama (ITB dan Kanwil DJP Jabar I) sebagai elemen bangsa untuk menjadikan bangsa yang lebih baik (dengan sadar dan patuh pajak)," ujarnya.
Ia berharap seluruh civitas academica menjadi insan pajak yang memberi contoh kepatuhan perpajakan (role model).***
Editor : Doni Ramdhani

