Pengurangan Sampah di Hulu Jadi Prioritas DLH Garut
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut saat ini terus berupaya menyosialisasikan pentingnya pengurangan sampah di hulu. Sehingga tak semua sampah mesti berakhir dan menumpuk di TPA Pasirbajing yang berkapasitas terbatas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut saat ini terus berupaya menyosialisasikan pentingnya pengurangan sampah di hulu. Sehingga tak semua sampah mesti berakhir dan menumpuk di TPA Pasirbajing yang berkapasitas terbatas.
Menurutnya, pengurangan sampah di hulu itu bisa dilakukan dengan menerapkan metode 3R (reduce, reuse, dan recycle) mulai tingkat rumah tangga hingga desa/kelurahan di Garut.
Kepala DLH Garut Jujun Juansyah Nurhakim mengatakan, kasus kebakaran beberapa kali menimpa TPA Pasirbajing menjadi salah satu pemantik baginya, tidak semua sampah harus berorientasi ke TPA melainkan pengurangan sampah di hulu mesti dilakukan.
Kebakaran menimpa TPA Pasirbajing sempat membuat TPA Pasirbajing ditutup hingga hampir menyebabkan darurat sampah di Garut.
"Jangan sampai sampah semuanya berorientasi ke TPA, di angkut TPA, Karena TPA juga terbatas, dan umurnya juga mungkin tidak akan lebih dari lima tahun, TPA Pasirbajing yang ada di Garut ini," ujarnya, Jumat 15 September 2023.
Di tingkat rumah tangga dengan pemilihan sampahnya, dan di tingkat desa dengan upaya 3R-nya. Dengan pengurangan sampah di hulu maka secara otomatis terjadi pengurangan sampah diangkut ke TPA.
Jujun menyebutkan, pihaknya akan memberikan bimbingan kepada desa-desa untuk memastikan efektivitas penggunaan dana desa dalam pengelolaan sampah secara optimal.
Sebelumnya pada Sosialisasi Strategi Peningkatan Kinerja Pengelolaan Persampahan Melalui Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera dan Pengalokasian Dana Desa di Ballroom Hotel Sabda Alam Jalan Raya Cipanas Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis 14 September 2023, Sekda Garut Nurdin Yana menekankan penanganan sampah di Garut bukan hanya tugas DLH Garut melainkan tanggungjawab semua pihak, termasuk aparatur pemerintahan di kewilayahan seperti kecamatan dan desa.
Dia meminta semua elemen, khususnya yang ada di kewilayahan, untuk bisa mengatasi persebaran sampah yang tidak terlayani DLH Kabupaten Garut. Juga, bisa menekan jumlah sampah yang masuk ke TPA Pasirbajing dengan memilah sampah sejak di hulu atau di rumah tangga.
Nurdin menilai volume sampah diangkut armada truk ke TPA Pasirbajing sendiri terbilang fantastis. Sampah diangkut ke TPA Pasirbajing bisa mencapai sebanyak 250 ton per harinya.*** (zainulmukhtar)
Editor : Doni Ramdhani
