Banjir Melanda, Pemkab Bandung Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
Pemerintah Kabupaten Bandung, menetapkan status tanggap darurat bencana alam banjir, longsor dan angin kencang diwilayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang- Pemerintah Kabupaten Bandung, menetapkan status tanggap darurat bencana alam banjir, longsor dan angin kencang diwilayahnya.
"Status tanggap darurat bencana banjir, longsor, dan angin kencang di Kabupaten Bandung, terhitung sejak 13 Januari 2024 sampai dengan t26 Januari 2024," kata Bupati Bandung Dadang Supriatna, Senin 15 Januari 2024.
Dikatakan Dadang, selama penetapan status tanggap darurat ini, kata Dadang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengkoordinasikan dan melaksanakan pengkajian cepat situasi dan kebutuhan penanganan darurat bencana.
"Utamakan penyelamatan dan evakuasi masyarakat korban dan pengungsi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat korban dan pengungsi," ujarnya.
Dadang melanjutkan, BPBD juga harus memberikan perlindungan kepada kelompok rentan. Selain melakukan pengendalian terhadap sumber ancaman bencana, dan melakukan perbaikan fungsi sarana dan prasarana vital.
"Penetapan status tanggap darurat bencana sebagaimana dapat diperpanjang ataupun diperpendek sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," katanya.
Seperti diketahui, curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Bandung Raya pada Kamis 11 Januari 2024. Akibatnya, banjir dengan arus yang kencang di Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Curah hujan ekstrem tersebut mengakibatkan bibir tanggul Sungai Cigede jebol hingga menimbulkan banjir hebat yang menerjang Kampung Lamajang Peuntas dan sekitarnya.
Tanggul sungai Cigede jebol hingga aliran air merendam wilayah Dayeuhkolot, sementara Tanggul yang jebol sudah ditangani dengan memasang geobag.
Tanggul yang berada di Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung ini sudah dipasang geobag. Debit air sungai pun mulai menurun dan tak lagi mengaliri permukiman warga.
Saat meninjau langsung lokasi banjir sekaligus lokasi pengungsian warga terdampak di Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan pihaknya akan mengutamakan rumah-rumah yang terdampak, dengan melakukan assessmen untuk segera dilakukan perbaikan.
"Saat ini kita telah mengupayakan perbaikan tanggul tersebut. Namun perbaikan keseluruhan merupakan kewenangan BBWS. Kemudian untuk rumah warga yang rusak akibat banjir kita assesmen dulu untuk segera dilakukan perbaikan," kata Bupati Bandung, Jumat 12 Januari 2024.
Dadang meminta, semua pihak bisa bekerja sama baik dalam hal upaya preventif dan responsif dalam mengatasi banjir, juga bencana lainnya.(rd dani r nugraha).***
Editor : JakaPermana

