Geliat Roda Ekonomi di Pasar Tradisional KBB Mulai Bergerak, Namun Daya Beli Menurun

Geliat aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai normal pasca libur Lebaran.

Geliat Roda Ekonomi di Pasar Tradisional KBB Mulai Bergerak, Namun Daya Beli Menurun
Di Pasar Tagog Padalarang KBB misalnya, para pedagang dan pembeli mulai memenuhi pasar tradisional yang mulai beroperasi usai direvitalisasi pada tahun 2022 itu. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Geliat aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai normal pasca libur Lebaran.

Di Pasar Tagog Padalarang KBB misalnya, para pedagang dan pembeli mulai memenuhi pasar tradisional yang mulai beroperasi usai direvitalisasi pada tahun 2022 itu.

"Baru minggu ini banyak pembeli lagi. Kalau seminggu sehabis Lebaran itu masih sepi sehingga membuat penjualan pun lesu," ungkap salah seorang pedagang pasar tradisional di KBB, Yogi (31) kepada wartawan.

Tak hanya itu, kata Yogi, akibat stok beras yang menipis pada Lebaran kemarin membuat harga daging ayam meroket. Namun, harga komoditas daging ayam kini sudah turun sebesar Rp34 ribu per kilogram dati semula Rp45 ribu per kilogram.

"Kalau sekarang harganya turun Rp34 ribu per kilogram, pas lebaran cukup tinggi sampai Rp45 ribu per kilogram," katanya.

"Tapi kenaikan cukup tinggi mah sebelum Ramadan Rp47 ribu per kilogram," imbuhnya.

Kendati begitu, Yogi mengaku dirinya tak bisa memastikan faktor yang menjadi penyebab turunnya harga daging ayam saat ini. Namun, meski harga cukup terjangkau, daya beli masyarakat justru ikut turun.

"Gak tau kenapa karena setiap tahun selalu gitu (harga turun naik). Tapi meskipun murah pembelinya malah gak ada. Itu masih numpuk stoknya banyak," ujar Yogi.

Pedagang lainnya, Aceng (40) menyebut harga komoditas bawang masih stabil tinggi, seperti bawang merah. Namun demikian tetap mengalami penurunan. 

"Ada dua jenis bawang merah, yang bagus harga satu kilogramnya Rp60 ribu dari sebelumnya Rp70 ribu per kilogram saat Lebaran," sebutnya.

"Kalau yang kualitas biasa masih stabil di harga Rp50 ribu per kilogram," ucapnya.

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas bawang putih dari sebelumnya Rp48 ribu. Kini menjadi Rp44 ribu per kilogram. Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi pada komoditas cabai.

"Cabai rawit Rp40 ribu per kilogram dari mulanya Rp60 ribu per kilogram sampai Rp100 ribu per kilogram. Bahkan Cabai keriting sekarang cuma Rp35 ribu per kilogram dari asalnya Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram," paparnya.

Namun, sebut Aceng, untuk beberapa komoditas lainnya justru mengalami kenaikan namun tak signifikan. Seperti tomat berkisar Rp16 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp10 ribu per kilogram. 

"Kalau tomat iya harganya lagi naik," ucapnya. (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani