Ono Surono Beberkan Peran Ahmad Hassan dalam Pemikiran Soekarno
Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, mengakui Ahmad Hassan banyak berkontribusi pada pemikiran dan perjuangan Soekarno
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, mengakui Ahmad Hassan banyak berkontribusi pada pemikiran dan perjuangan Soekarno .
Ono Surono menyebutkan dalam mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sang Proklamator Soekarno sadar betul bahwa merealisasikannya tidak bisa dilakukan sendiri. Ahmad Hassan, melalui pemikirannya, termasuk yang berperan.
Apalagi, menurut Ono Surono, Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan keberagaman suku, budaya, agama dan ras. Sehingga harus dibangun sinergitas dan kolaborasi dengan banyak unsur, untuk menghasilkan buah pikir terhadap rencana memerdekakan diri dari jajahan bangsa asing. Dalam konteks itulah, Ahmas Hassan memberi kontribusi dalam gagasan Soekarno.
Ono Surono mengatakan, Ahmad Hassan, tokoh utama dari organisasi Persatuan Islam (Perti) itu, turut menyumbangkan pemikiran terhadap perjuangan Soekarno.
Ketika itu, sambung Ono, kala Bung Karno menjalani pengasingan di Penjara Sukamiskin, Hassan banyak memberikan buah pikir dan wawasan terkait konsep Islam. Sehingga secara tidak langsung memengaruhi gagasan-gagasan Soekarno, dalam perjuangannya memerdekakan Indonesia.
“Terkait kedekatan antara Ahmad Hassan dan Bung Karno, di mana keduanya adalah tokoh besar, mereka sering berdiskusi, berdebat sebagai bahan bagi Bung Karno untuk mempelajari Islam,” kata Ono dalam Dialog Refleksi Romantika Sejarah Kedekatan Ahmad Hassan dan Bung Karno secara virtual, baru-baru ini.
Dia melanjutkan, komunikasi antara keduanya terus berlanjut bahkan ketika Bung Karno diasingkan ke Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Korespondensi surat-menyurat ini pun berujung dengan terbitnya sebuah buku berjudul Di Bawah Bendera Revolusi, jilid pertama.
“Saat Bung Karno dibuang ke Ende, mungkin beliau kesepian dan ingin banyak belajar terkait Islam. Maka beliau melakukan korespondensi. Surat-surat tercatat dengan rapi sebanyak 21 halaman dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi,” ucapnya.
Maka dari itu Ono sangat bersyukur, dengan adanya dialog ini pada akhirnya dapat membuka sisi lain Bung Karno. Bagaimana sang Proklamator merangkum pemikiran-pemikiran banyak tokoh, yang akhirnya menjadi bahan baku dalam menyusun konsep bernegara, salah satunya Pancasila.
“Tentunya dialog ini bisa lebih membuka, apa yag telah didiskusikan. Pemikiran apa saja yang bisa kita ambil untuk menjadikan Indonesia lebih baik di masa mendatang,” harapnya.
Sementara Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat Muhammad Jaenudin mengapresiasi, hadirnya dialog yang diselenggarakan PW HIMA Persis Jawa Barat secara tidak langsung telah membuka wawasan bagi masyarakat, bagaimana perjalanan Indonesia untuk merdeka.
Dia pun berharap, buah pemikiran baik dari Bung Karno maupun Hassan dapat menjadi modal bagi generasi saat ini untuk sama-sama melanjutkan perjuangan mereka demi mewujudkan Indonesia sebagai negara besar.
“Harapannya adalah para penerus bisa melanjutkan pemikiran-pemikiran beliau berdua, khususnya di Jawa Barat. Kami di PDI Perjuangan sangat terbuka, membuka ruang diskusi. Utamanya dengan HIMA Persis,” tuturnya.
Ketua PW HIMA Persis Jawa Barat Amirul Muttaqien menjelaskan, dialog ini tidak hanya menunjukkan adanya kedekatan antara Persis dengan Soekarno. Tetapi juga bertujuan untuk membangun hubungan yang hangat dengan generasi muda nasionalis, guna bersama-sama mencetuskan gagasan demi pembangunan Indonesia.
“Maka hal ini perlu dipupuk dan dikembangkan lebih lanjut, dengan dialog atau diskusi untuk kita bisa merumuskan sesuatu yang bermanfaat bagi agama dan bangsa di masa mendatang,” tandasnya. (Yuliantono)
Editor : Zulfirman

