Dadang Supriatna: Penyandang Disabilitas Mempunyai Hak yang Sama Mendapatkan Pelayanan Kesehatan, Pendidikan dan Kesejahteraan

Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama dalam hal kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan lainnya. Hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Dadang Supriatna: Penyandang Disabilitas Mempunyai Hak yang Sama Mendapatkan Pelayanan Kesehatan, Pendidikan dan Kesejahteraan
Bupati Bandung Dadang Supriatna melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Alifa di lingkungan pontren tersebut. Ia juga turut memberikan bantuan CSR (Corporate Sosial Responsibility) sebesar Rp250 juta untuk keberlangsungan pembangunan Rumah Alifa guna sarana pendidikan para penyandang disabilitas. (istimewa)

INILAHKORAN, Soreang - Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama dalam hal kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan lainnya. Hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas.

"Semua penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama, hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan kesejahteraan dan segala sesuatunya. Untuk itu, pemerintahan daerah hadir," kata Dadang Supriatna saat menghadiri pembukaan Forum Keluarga Penyandang Disabilitas se-Kecamatan Pacet di lingkungan Pontren Al Istiqomah Desa Maruyung Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung, Kamis 18 Januari 2024. 

Saat itu, Dadang Supriatna melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Alifa di lingkungan pontren tersebut. Ia juga turut memberikan bantuan CSR (Corporate Sosial Responsibility) sebesar Rp250 juta untuk keberlangsungan pembangunan Rumah Alifa guna sarana pendidikan para penyandang disabilitas. Tak hanya itu saja, ia juga memberikan bantuan alat berat back hoe untuk mempercepat pengerjaan pembangunan Rumah Alifa itu. 

Dia menjelaskan, sebenarnya  mendirikan SLB (Sekolah Luar Biasa) ini merupakan kewenangan Provinsi Jawa Barat.

"Tetapi kami Pemerintah Kabupaten Bandung sangat apresiasi terhadap jajaran pengelola Rumah Alifa, yang sudah bekerja keras untuk mendirikan Sekolah Luar Biasa di wilayah Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung," ujarnya.

Dadang mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak atas dukungan dalam pelaksanaan pembangunan Rumah Alifa tersebut. 

"Dari mulai proses awal hingga akhirnya hari ini dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Alifa. Sehingga sarana pendidikan khusus untuk penyandang disabilitas bisa didirikan di lingkungan Pontren Al Istiqomah ini," ujarnya.

Dadang berharap, dengan didirikannya Rumah Alifa ini menjadi berkah untuk banyak pihak. Ia pun menginstruksikan kepada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung untuk tetap fokus membantu masyarakat.

"Alhamdulillah tahun ini kita akan mendapatkan DBCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) yang tentunya ada kaitan dengan bagaimana penanganan dalam hal kesehatan yang didalamnya ada disabilitas. Termasuk bagaimana untuk mengurangi angka stunting dan angka kemiskinan ekstrem di wilayah Kabupaten Bandung," katanya.

Dadang juga mengucapkan terima kasih kepada pengelola Rumah Alifa yang sudah mendukung semua program pemerintah. 

"Mudah-mudahan dengan hadirnya Rumah Alifa ini akan terus membantu para penyandang disabilitas. Saya minta kepada Kadis Pendidikan Kabupaten Bandung untuk memberikan  perhatian bagaimana pola belajar dan  mengajarnya, walaupun kewenangan Provinsi Jawa Barat," katanya.

Dadang meminta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung untuk hadir dan  mengawal, para kaum disabilitas bisa mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan.

"Diketahui jenjang pendidikannya mulai dari tingkat dasar, TK maupun SD, bahkan SMP.  Saya minta jangan tanggung, sekaligus kedepannya membangun SD dan SMP disabilitas di tempat ini," ujarnya.

Dadang berharap kegiatan pendidikan di Rumah Alifa bisa terus membantu program pemerintah Kabupaten Bandung.

 "Saya siap mensuport atas keberlangsungannya Sekolah Luar Biasa, baik tingkat SD maupun SMP yang akhirnya nanti bisa dinikmati oleh seluruh keluarga besar disabilitas di Kecamatan Pacet," katanya. (rd dani r nugraha)


Editor : Doni Ramdhani