Tiga Majelis Tertinggi DPC PPP KBB Ini Minta Kusairi Diberhentikan Lantaran Diduga Lakukan Penipuan Ratusan Juta Rupiah
DPC PPP KBB kini dirundung kegaduhan internal. Pasalnya, nama Sekretaris DPC PPP KBB Kusairi diduga terlibat kasus penipuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Cianjur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - DPC PPP KBB kini dirundung kegaduhan internal. Pasalnya, nama Sekretaris DPC PPP KBB Kusairi diduga terlibat kasus penipuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Cianjur.
Menyikapi dugaan kasus penipuan tersebut, tiga majelis tertinggi DPC PPP KBB yakni KH Cecep Burhanudin sebagai Ketua Majelis Syariah DPC PPP KBB, Samsul Ma'arif sebagai Ketua Majelis Pakar DPC PPP KBB, dan KH Dadang Fuad sebagai Ketua Majelis Pertimbangan DPC PPP KBB menyampaikan surat pernyataan kepada Ketua DPC PPP KBB Yusuf Hasanudin agar memberhentikan Kusairi dari jabatannya.
"Saya akan sampaikan terkait kasus atau peristiwa yang dilakukan saudara Sekretaris DPC PPP KBB yaitu saudara Kusairi yang diduga melakukan penipuan terkait rekrutmen mahasiswa di Kabupaten Cianjur dan KBB," kata Ketua Majelis Pakar DPC PPP KBB Samsul Ma'arif saat dihubungi, Selasa 13 Juni 2023.
Meski begitu, jelas Samsul, yang dilaporkan ke pihak kepolisian merupakan kasus penipuan yang terjadi di Cianjur kaitan dengan mahasiswa yang akan mendapatkan KIP yang merupakan program pemerintah.
"Sekretaris DPC PPP KBB ini diduga melakukan pungutan uang kepada para calon mahasiswa, tapi ketika uang sudah masuk dengan total Rp210 juta itu calon mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus dan tidak diterima," jelasnya.
"Sehingga, oleh warga di Kabupaten Cianjur yang bersangkutan dilaporkan ke pihak kepolisian," sambungnya.
Tak hanya itu, dalam surat yang dibuat para majelis yang ditujukan untuk pengurus harian DPC PPP KBB yang berisi tiga hal.
"Menyikapi keadaan dan perjalanan DPC PPP KBB pasca Muscab ke-IV sampai dengan saat ini, bersama ini dengan hormat kami tiga pimpinan majelis, yakni Majelis Syariah, Majelis Pertimbangan dan Majelis Pakar DPC PPP KBB," terangnya.
Pada poin pertama, kata Samsul, telah dan sedang berkembang suasana yang tidak kondusif dan kegaduhan di tubuh partai, terutama di kalangan pengurus, kader dan pendukung kader PPP di KBB.
"Hal itu diakibatkan oleh perilaku Kusairi sebagai Sekretaris DPC PPP KBB akibat laporan korban penipuan dan penggelapan, serta adanya surat pemanggilan dari kepolisian Cianjur," bebernya.
Kedua, lanjut Samsul, sebelum timbulnya kegaduhan akibat dari perilaku yang bersangkutan tersebut di atas, pihaknya sebagai para pimpinan majelis PPP KBB juga mengikuti dengan seksama berbagai pemberitaan isu dan sebagainya yang terus berlanjut sampai saat ini dikarenakan adanya aduan dari para pengurus harian DPC PPP dan PAC.
Padahal, menurutnya, persoalan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam perjalanan PPP KBB.
"Supaya tidak merusak marwah PPP sebagai parpol yang berazaskan Islam dan mengingat kontestasi politik 2024 yang dihadapi maka kami para pimpinan Majelis PPP meminta saudara Ketua DPC PPP KBB untuk melakukan tindakan-tindakan politik," tuturnya.
Samsul menyebut, DPC PPP KBB diminta segera melakukan rapat pleno, memberhentikan dan menonaktifkan Kusairi dari jabatan Sekretaris DPC PPP KBB.
"Itu dilakukan agar yang bersangkutan fokus terlebih dahulu menyelesaikan persoalan kasus hukum yang sedang dijalani saat ini," sebutnya.
"Permintaan ini Insya Allah akan membawa kebaikan bagi PPP dan seluruh jajaran maupun akar rumput yang ada di dalamnya," ungkapnya.
Selain itu, tambah Samsul, kebaikan tersebut diyakini pihaknya bakal menjadi faktor penyelamat dalam Pemilu 2024.
"Kami berharap permintaan tersebut bisa segera ditindaklanjuti," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

