TPK Sarimukti Sebabkan Pencemaran DAS Citarum, Benarkah?
Pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Kompos (TPK) Sarimukti menyebabkan pencemaran ke Daerah Anak Sungai (DAS) Citarum. Selain itu, pengelolaan tersebut pun dianggap cacat aturan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Kompos (TPK) sarimukti menyebabkan pencemaran ke Daerah Anak Sungai (DAS) Citarum. Selain itu, pengelolaan tersebut pun dianggap cacat aturan.
Anggota tim Masyarakat Peduli TPK sarimukti, Wahyu Darmawan mengatakan untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah harus segera melakukan evaluasi secara penuh terhadap kondisi terkini.
"Kami menyarankan melakukan audit investigasi secara menyeluruh baik untuk program Citarum Harum, juga untuk penanganan TPA atau sebenarnya sih TPK ya bukan TPA karena izinnya adalah TPK jadi tempat pengelolaan kompos," ujar Wahyu usai seminar di Bandung, Kamis 22 Februari 2024.
Wahyu menjabarkan, beberapa permasalahan dari TPK sarimukti, seperti soal peran tempat yang seharusnya mengelola sampah menjadi kompos justru menjadi tempat pembuangan akhir.
"Setelah kita cek lebih dari empat tahun terakhir tidak pernah (aktivitas pengolahan kompos). Padahal izinnya adalah untuk menangani sampah organik justru yang anorganik dibiarkan masuk," jelasnya.
"Ini Ilegal, justru untuk kirim sampah anorganik. Padahal izin legalnya adalah untuk organiknya," katanya.
Kondisi itu, menyebabkan terjadinya penumpukan sampah, yang mengakibatkan keluarnya limbah air lindi yang turut mencemari bagaian das citarum. Jumlah pencemaran mencapai jutaan kubik.
"Dari 2019 kami sudah mencatat sudah lebih dari satu juta kubik ya limbah B3 masuk ke Cirata (bagian das citarum). Jadi dari situ nanti ngalirnya ke Cilimus masuk ke Cimeta masuk ke Cirata," katanya.
Dampak dari pencemaran sendiri membuat ekosistem yang ada di das citarum mengalami mutasi genetika. Menurutnya kondisi itu sangat memperihatinkan.
"Jadi mestinya hewan air itu ada yang jarinya ada 5 tinggal hanya dua bahkan tinggal satu, kemudian ikan pun ginjalnya sudah rusak ini berarti prosesnya sudah sampai sedemikian rupa dahsyat," jelasnya.
Dengan kondisi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dirasakannya harus turut serta mencari solusi atas kondisi TPK sarimukti yang kini sudah mencemari DAS Sungai Citarum. Dia juga mendorong agar Pj Gubernur saat ini bisa mengumpulkan semua pihak terkait untuk memikirkan langkah apa saja yang akan diterapkan.
"Kami khawatir Pj Gubernur mengalami yang namanya katempuhan. Yang melakukan pihak lain, tapi yang bertanggung jawab yang bersangkutan (Pj Gubernur)," kata dia. (cesar yudistira)
Editor : Zulfirman

