Usai Datangi Wanayasa, Buky Wibawa Nilai Rutilahu Masih Kecil
Buky Wibawa Karya Guna minta pemerintah meningkatkan program rumah tidak layak huni alias rutilahu, baik dari segi jumlah maupun nilai.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna meminta pemerintah pusat dan provinsi, untuk meningkatkan program rumah tidak layak huni alias rutilahu, baik dari segi jumlah maupun anggaran.
Buky Wibawa Karya Guna mengatakan, porsi anggaran sebesar Rp17,5 juta bagi masing-masing rumah penerima program rutilahu terbilang kecil.
Belum lagi jumlah target 20 ribu unit rumah yang diprogramkan tiap tahun, menurut Buky Wibawa Karya Guna masih belum cukup ketimbang dengan angka riil di lapangan.
"Kami mendesak pemerintah menambah volume jumlah per unit dan volume anggaran rutilahu. Sehingga banyak masyarakat yang melakukan upaya swadaya," ujar Buky Wibawa Karya Guna usai mengunjungi Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Selasa, 9 November lalu.
Baca Juga: DPRD Jabar Dukung Pembangunan Gedung Pencak Silat Demi Lestarikan Warisan Budaya
Buky melanjutkan, selain itu ada kendala lain yang ditemui kala memantau pelaksanaan program rutilahu. Masih banyak masyarakat yang ingin menerima bantuan, namun sertifikat kepemilikannya tidak jelas.
"Salah satu kendala yang sering kita jumpai pada saat monitoring rutilahu yaitu, tentang hak sertifikat kepemilikan," katanya.
Karena pada saat ini banyak masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni alias rutilahu, tetapi tanahnya itu bukan milik mereka, melainkan milik Pemkot, Pemkab, ataupun PJKA.
Baca Juga: DPRD Jabar Sebut Ibu Pelindung Terbaik Bagi Anak
Dia pun mendorong kepada pemerintah untuk mengadakan program lain, guna mengatasi masalah ini. Kendati ada pihak lain yang sudah melakukannya, guna memastikan seluruh masyarakat menerima manfaat dari program pemerintah.
"Kami mendorong kepada pihak Pemerintah untuk mengatasi masalah ini, dengan mengadakan program yang lain selain RUTILAHU. Walaupun sudah ada beberapa pihak selain pemerintah yang sudah melaksanakannya, dengan biaya yang ditanggung oleh sponsor," jelasnya. (Yuliantono)
Editor : inilahkoran

