Akibat Kekeringan, Komoditas Padi di KBB Kian Menipis
Imbas musim kemarau panjang selain lahan pesawahan dan pertanian mengalami kekeringan komoditas padi pun semakin menipis
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - kemarau panjang sebagai dampak dari fenomena El Nino yang tengah terjadi di Indonesia tak hanya membuat krisis air bersih, namun juga membuat lahan warga mengalami kekeringan.
Alhasil, lahan pertanian seperti sawah tidak bisa ditanami padi lantaran kondisi lahan yang kering.
Di Kabupaten Bandung Barat (KBB) misalnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) mencatat luas lahan persawahan yang mengalami kekeringan sebagai imbas fenomena El Nino mencapai 1.334 hektare.
"Akibat kekeringan ini, produksi komoditas padi pun perlahan menipis," kata Kepala DPKP, Lukmanul Hakim kepada wartawan.
Lukman menyebut, dampak dari berkurangnya produksi tanaman padi, relevan dengan berkurangnya komoditas beras di masyarakat hingga akhirnya harga beras di pasaran melonjak signifikan.
"Dampak yang ditimbulkan atas fenomena El Nino bagi pertanian yakni kekeringan, luas tanamnya berkurang, produksi berkurang terutama produksi padi," sebutnya.
"Akhirnya berdampak pada harga beras yang mahal," imbuhnya.
Guna mengantisipasi meluasnya lahan kekeringan khususnya di sektor pertanian padi, ungkap Lukman, Pemda KBB telah melakukan pemetaan lahan kering dan mengoptimalisasi sarana pengairan untuk mempercepat penanaman.
"Penanganan yang telah dilakukan Pemda KBB meliputi, pemetaan lahan kekeringan," ujarnya.
"Termasuk, kordinasi dan sosialisasi, optimalisasi sapras dan percepatan tanam gerakan nasional," tandasnya.
Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut lahan pertanian yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang di wilayahnya kian meluas.
kekeringan meluas 5 hektare di dua desa Kecamatan Gununghalu pada bulan Agustus, kemudian kekeringan dengan kategori ringan meluas 16 hektare di 4 kecamatan pada bulan September.
Sementara, untuk kekeringan dengan kategori sedang seluas 14 hektare di 2 kecamatan di bulan yang sama.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

