Lakukan Operasi Penindakan, Satpol PP Kota Cimahi dan Bea Cukai Kembali Sita Ratusan Rokok Ilegal
Dalam razia yang dilakukan kali ini, petugas Satpol PP kembali menyita 963 bungkus rokok ilegal atau Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BK HTI) yang diperoleh di lima warung di Kota Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Seakan tak pernah habis peredaran rokok tanpa pita cukai atau ilegal kembali ditemukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cimahi dan Bea Cukai.
Dalam razia yang dilakukan kali ini, petugas Satpol PP kembali menyita 963 bungkus rokok ilegal atau Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BK HTI) yang diperoleh di lima warung di Kota Cimahi.
"Dalam operasi penindakan rokok ilegal kami mengamankan 963 bungkus rokok ilegal, atau 19.260 batang," kata Kepala Seksi Lidik dan Sidik pada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Karsa Hudan Wiradiharja.
Karsa memperkirakan, kerugian negara akibat peredaran ratusan rokok ilegal tersebut mencapai sekitar Rp 13 juta.
"Perkiraan kerugiannya hari hasil operasi gabungan tersebut sekitar Rp 13 juta kalau dihitung-hitung dari nilai pajak cukainya," ujarnya.
Karsa pun tak memungkiri, peredaran rokok ilegal di wilayah Kota Cimahi masih marak terjadi. Hal itu terjadi lantaran para pedagang masih ada yang nekat menjual rokok ilegal.
"Karena harganya yang memang jauh lebih murah dibandingkan rokok yang sudah dilengkapi pita cukai," imbuhnya.
Menurutnya, kendati penjualan rokok ilegal sudah dilarang Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai. Namun faktanya di lapangan pihaknya masih menemukan rokok ilegal bereda.
"Fakta tersebut diketahui usai Satpol PP Kota Cimahi bersama Bea Cukai dan petugas gabungan lainnya beberapa kali melakukan operasi penindakan," tuturnya.
Karsa menyebut, rokok ilegal itu rata-rata dijual di warung-warung atau toko kelontongan.
"Buktinya kan hari ini masih ada yang jual rokok ilegal. Mereka itu menjualnya ada yang secara terang-terangan ada yang sembunyi-sembunyi," sebutnya.
"Bahkan, pembelinya pun banyak karena harganya murah," ucapnya.
Kendati demikian, sambung Karsa, peredaran rokok ilegal di Kota Cimahi kini mulai berkurang lantaran pihaknya terus melakukan upaya penindakan.
"Kota Cimahi ini hanya sebagai sasaran peredarannya saja. Sedangkan produksi rokok ilegalnya berada di luar daerah," bebernya.
Oleh karena itu, lanjut Karsa, pihaknya bakal terus melakukan pemberantasan terhadap peredaran rokok ilegal tersebut.
"Untuk pemasoknya kami bersama Bea Cukai dan petugas gabungan akan melakukan penelusuran, serta terus melakukan pemberantasan," pungkasnya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

