Pemkab Evaluasi Tanggap Darurat Kekeringan di Garut
Rakor dilakukan lantaran masa Tanggap Darurat Bencana Kekeringan di Garut yang akan berakhir pada 10 September 2023,
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut –Pemkab Garut menggelar Rapat Koordinasi untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan langkah-langkah berikutnya berkaitan penanganan bencana kekeringan.
Rakor dilakukan lantaran masa Tanggap Darurat Bencana kekeringan di Garut yang akan berakhir pada 10 September 2023,
Hal itu termasuk antisipasi terjadinya inflasi serta melakukan dukungan terhadap sektor pertanian, dan mengurangi dampak buruk kekeringan yang terjadi di Kabupaten Garut.
"Ya tindak lanjutnya tentu kita antisipasi ya bahwa kekeringan ini dimungkinkan masih panjang. Sehingga apa yang kita sudah laksanakan kita evaluasi. Apa kekurangannya yang harus kita perbaiki, dan tentu itu yang harus kita tindaklanjuti untuk selanjutnya," kata Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Garut Bambang Hapid Aripin, Selasa 5 September 2023
Bambang meyakinkan bila sejauh ini, penanganan dampak kekeringan di Garut berjalan sesuai rencana.
Kepala Pelaksana BPBD Garut Aah Anwar Saefuloh menambahkan, pihaknya masih menunggu perkembangan mengenai kemungkinan masa tanggap darurat bencana kekeringan di Garut yang berlaku selama 14 hari sejak 28 Agustus hingga 10 September 2023 itu dilanjut atau diperpanjang.
"Kita melihat perkembangan sampai tanggal 10 (September). Karena tanggal 10 ini adalah akhir dari tanggap darurat. 10 September. Sehingga apa mau dilanjut atau diperpanjang atau cukup selesai di tanggal 10..," ujarnya.
Berkenaan kondisi kekeringan di Garut sendiri, menurut Aah, hingga saat ini, ada sebanyak 10 kecamatan berstatus tanggap darurat bencana kekeringan, dan 19 kecamatan berstatus siaga bencana kekeringan. Namun Aah tak merinci kecamatan-kecamatan berstatus tanggap darurat bencana kekeringan maupun siaga bencana kekeringan tersebut.
Dia hanya mengatakan, saat ini, pihaknya melakukan dua langkah penanganan atas kondisi tersebut. Yakni pendistribusian air bersih ke tempat-tempat yang mengalami dampak kekeringan, serta membangun infrastruktur penyediaan air bersih melalui kerja sama dengan TNI-Polri.
Dia juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan air bersih secara efektif. Hal itu selain pihaknya memiliki kesulitan dalam pendistribusian air gersih ke lokasi berjarak cukup jauh, juga ketersediaan air bersih sendiri tak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kondisi normal.(zainulmukhtar)
Editor : Ahmad Sayuti

