Meski Bukan Produsen, Kota Cimahi Miliki Potensi Pengembangan Kopi di Hilir
Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi menyebut kopi memiliki peluang besar untuk berkembang di Kota Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi menyebut kopi memiliki peluang besar untuk berkembang di Kota Cimahi.
Pasalnya, kendati dengan tiga kecamatan ini tidak memiliki kawasan untuk budidaya kopi, namun potensi di hilir di mana kafe dan kedai yang menjajakan kopi banyak bertebaran di Kota Cimahi.
"Kalau melihat jumlah, ada sekitar 80 kafe pelaku usaha kopi di Kota Cimahi," kata Kepala Bidang Perindustrian Disdagkoperin Kota Cimahi Dessy Setiawaty saat ditemui baru-baru ini.
Menurutnya, jika melihat banyaknya bertebaran kafe yang menjajakan kopi. Artinya, kopi sudah menjadi sebuah tren atau hobi. Bahkan, menjadi bidang usaha yang menjanjikan.
"Kafe atau pun brand besar di Cimahi mengaku bisa mendapatkan profit hingga Rp 45 juta sebulan," tuturnya.
Dessy tak memungkiri Kota Cimahi hanya bisa melakukan pengembangan usaha kopi di hilir lantaran di Cimahi sendiri tidak memiliki kebun.
"Kita bukan produsen kopi, tapi kita bisa membeli hasil roastingnya dari para pelaku usaha kopi di hulu," ungkapnya.
Dessy mengakui pihaknya masih memiliki keterbatasan tentang kopi. Sehingga, dinas pun bekerjasama dengan komunitas kopi, PHRI dan lainnya untuk bisa mendalami potensi kopi.
"Setelah digali, ternyata ada banyak potensi dari sektor kopi ini. Kita ingin melihat pasar dan ingin mempromosikan pelaku UMKM yang ada di Cimahi," ujarnya.
Selain itu, pihaknya berharap ada berbagai inovasi unik yang sangat potensial yang bisa dilahirkan. Sehingga, ke depan pihaknya bisa menjadi mitra bagi pelaku usaha kopi.
"Ini sangat penting karena sektor kopi bisa berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), tentunya dari pajak kafe," ucapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga bakal meningkatkan kompetensi para pekerja di sektor kopi lantaran seorang roaster itu kini telah menjadi sebuah profesi lantaran dibutuhkan keahlian khusus untuk menjadi seorang roaster.
"Kita akan mencoba untuk mendata kembali kebutuhan dari para pelaku UMKM. Sebab, kita tidak bisa memberikan bantuan dalam bentuk uang, tapi kita bisa berikan pelatihan, sertifikasi dan lainnya untuk menunjang kemajuan mereka," tandasnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani
