Pembentukan Pansus Rotasi, Mutasi dan Promosi di KBB Tuai Pro Kontra
Pro kontra pembentukan panitia khusus (Pansus) rotasi, mutasi dan promosi oleh DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus bergulir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pro kontra pembentukan panitia khusus (Pansus) rotasi, mutasi dan promosi oleh DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus bergulir.
Pasalnya, bagi mereka yang kontra dibentuknya pansus ini dinilai tidak urgen, terlalu masuk ke wilayah prerogatif bupati, dan kental nuansa politis. Namun, adapula sebagian yang setuju dibentuk pansus tersebut.
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua DPRD KBB, Rismanto mengatakan, dibentuknya pansus rotasi, mutasi dan promosi di lingkungan Pemda KBB sudah sesuai dengan tata tertib dan Undang-undang.
"Jadi, jangan memandang pansus sebagai sesuatu yang menakutkan. Sebab, dibentuknya untuk mengklarifikasi berbagai spekulasi yang masuk ke dewan," katanya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Rismanto menyebut, informasi terkait dengan persoalan itu masif. Oleh karena itu, pihaknya menindaklanjuti persoalan tersebut dengan membentuk pansus.
"Jadi berangkatnya dari niat baik dan prosesnya normatif, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan," sambungnya.
Rismanto mengungkapkan, laporan yang masuk ke DPRD KBB menyangkut dugaan berbagai pelanggaran pada proses mutasi, rotasi, dan promosi itu cukup banyak dan ditindaklanjuti dengan membahasnya di rapat Badan Musyawarah (Banmus).
"Dalam rapat Banmus, semua fraksi secara bulat setuju membentuk pansus," ucapnya.
"Melalui pansus inilah akan kita cari kejelasan ya, apakah melanggar atau tidak. Yang jelas, spirit kita positif dengan niat baik pula," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua Komisi IV DPRD KBB, Bagja Setiawan. Sementara dari perwakilan elemen masyarakat yang hadir antara lain, Ketua DPC Organda KBB Asep Dedi Setiawan, Ketua GOOL Jack Gibas, salah seorang pendiri KBB Asep Suhardi, Ketua MPC Pemuda Pancasila KBB Agoeng Dharsono, Ketua MPI KNPI KBB LIli Supriatna, dan sebagainya.
Ketua MPI KNPI KBB Lili Supriatna menjelaskan, silaturahmi dengan Ketua DPRD KBB tersebut sekaligus menjadi ajang klarifikasi terkait pembentukan pansus mutasi, rotasi dan promosi oleh DPRD KBB.
"Kami ingin tahu mengapa DPRD KBB begitu antusias membentuk Pansus Mutasi, Rotasi dan Promosi," katanya.
Padahal, menurutnya, banyak hal yang lebih krusial dibandingkan urusan kepegawaian, seperti defisit anggaran yang melilit Pemda Bandung Barat, utang ke PT SMI untuk membiayai proyek perbaikan jalan di selatan, sampai penyertaan modal ke BUMD yang jumlahnya cukup fantastis.
"Tapi mengapa DPRD malah justru memilih membentuk pansus soal kepegawaian ini," ujarnya.
"Dalam hal ini marwah dewan dipertaruhkan. Kami berharap pembentukan pansus ini bukan atas titipan kelompok manapun," pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
