Selain Pemasangan Rambu, Dishub KBB Fokus Lakukan Pemeliharaan Sarpras di Tengah Bencana Hidrometeorologi
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini tengah berfokus melakukan pemeliharaan sarana prasarana (Sarpras) seperti alat penerangan jalan (APJ) hingga rambu-rambu yang ada di wilayah Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini tengah berfokus melakukan pemeliharaan sarana prasarana (Sarpras) seperti alat penerangan jalan (APJ) hingga rambu-rambu yang ada di wilayah Bandung Barat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai wilayah di KBB.
"Untuk mencegah adanya korban, kita pasang rambu bahwa di depan itu ada longsor atau rawan longsor untuk mengamankan lajur," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KBB, Fauzan Azima belum lama ini.
"Semua jalur yang rawan longsor kita batasi dengan memasang pembatas dan kelengkapan jalan agar masyarakat tahu," sambungnya.
Menurutnya, di tengah ancaman bencana seperti saat ini informasi harus segera disampaikan mulai dari berapa jaraknya melalui pemasangan rambu.
"Sebetulnya, secara kerambuan sudah kita pasang di sebelah kiri jalan sebagai bentuk informasi dan peringatan," tuturnya.
Sebab, sebut Fauzan, hampir semua ruas jalan yang ada di Bandung Barat itu rawan longsor, seperti di ruas Jalan Cipatat, Cipeundeuy, Lembang dan Cisarua atau Kolonel Masturi.
"Di sejumlah ruas jalan di KBB kita juga pasang kelengkapan jalan rawan longsor. Bahkan, kita informasikan saat cuaca buruk pengendara diminta berhenti dulu," sebutnya.
"Jika jarak pandang sudah tidak terlihat lebih baik berhenti atau kembali," imbuhnya.
Oleh karena itu, terang Fauzan, kondisi kelengkapan atau sarpras yang ada di ruas jalan harus terus dimaksimalkan. Termasuk, dilakukan pemeliharaan mengingat di tengah cuaca ekstrem seperti sekarang rentan terjadi korsleting.
"Tapi kita tetap menyiapkan anggota agar tetap standby untuk melakukan perbaikan jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan," terangnya.
"Bahkan, keterbatasan personel bukan jadi kendala atau halangan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," sambungnya.
Tak hanya itu, semua ruas jalan yang ada di Bandung Barat menjadi atensi pihaknya mengingat prioritas utama Dishub KBB adalah keselamatan.
"Keselamatan di jalan menjadi hal yang mahal. Namun pencegahannya kerap disepelekan, padahal pencegahan itu merupakan hal luar biasa karena manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," paparnya.
Dalam teknis pemeliharaan, seperti PJU pihaknya membagi petugas dalam tiga tim, antara lain tim yang melakukan perbaikan ringan, menengah dan berat.
"Jika perbaikan ringan cukup sama anggota, menengah kita pakai kendaraan kecil dan kalau berat kita pakai mobil PJU yang besar karena butuh waktu banyak untuk melakukan perbaikan," bebernya.
Fauzan menerangkan, dari hasil pemeliharaan yang dilakukan saat ini banyak PJU yang terpengaruh cuaca ekstrem. Apalagi, saat disertai petir membuat MCB yang ada pada panel listrik itu mati.
"Petir itu memicu getaran dan berpengaruh terhadap MCB. Tapi, sebelumnya kita juga berikan edukasi kepada masyarakat jika PJU mati seluruhnya maka MCBnya tinggal dinaikkan kembali," terangnya.
Kendati demikian, tambah Fauzan, apabila hanya ada satu atau dua PJU yang mati kemungkinan ada komponen yang rusak atau tidak berfungsi. Sehingga, pihaknya akan langsung untuk menindaklanjuti.
"Kita buka ruang informasi kepada masyarakat saat ada PJU yang rusak bisa langsung menghubungi langsung untuk segera ditindaklanjuti," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

