Kerap Membandel, Dishub Kota Cimahi Bakal Rutin Lakukan Operasi Gakkum Jam Operasional Truk

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi memastikan aturan jam operasional di kawasan Bunderan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan terus diterapkan sesuai yang tercantum dalam Peraturan Walikota (Perwal).

Kerap Membandel, Dishub Kota Cimahi Bakal Rutin Lakukan Operasi Gakkum Jam Operasional Truk

INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota CImahi memastikan aturan jam operasional di kawasan Bunderan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan terus diterapkan sesuai yang tercantum dalam Peraturan Walikota (Perwal).

Adapun peraturan tersebut diberlakukan DIshub Kota Cimahi untuk operasional truk mulai Senin-Jumat mulai pukul 06.00-09.00 WIB dan pukul 16.00-18.00 WIB. 

Kepala Bidang Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Rini Lusy mengatakan, pada jam-jam tersebut trus di larang melintas di kawasan tersebut.

Menurutnya, langkah itu perlu dilakukan lantaran keberadaan angkutan barang atau truk kerap memicu kemacetan parah di kawasan bunderan Leuwigajah dan sekitarnya.

"Dari hasil operasi penegakan hukum (Gakkum) yang dilakukan beberapa waktu lalu, kami menjaring 50 unit truk yang melintas di jam yang dilarang," katanya belum lama ini.

Dalam gakkum tersebut, jelas Rini, pihaknya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, unsur TNI/Polri menyasar truk-truk yang membandel.

"Petugas gabungan memberhentikan satu per satu truk yang melintas kemudian dilakukan pemeriksaan kelengkapan surat-suratnya dan langsung diberikan sanksi tegas," jelasnya.

Tak hanya itu, sambung Rini, para pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm juga tak luput dari operasi Gakkum tersebut.

“Tujuan kegiatan Gakkum ini untuk menegakan Peraturan Wali Kota terkait dengan jam operasional kendaraan besar," ucapnya.

Rini menyebut, 50 truk yang terjaring dalam operasi Gakkum di Bunderan Leuwigajah itu diberikan sanksi berupa surat tilang dan wajib mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Bale Bandung.

"Dari puluhan truk yang mogok ada juga yang pernah terjaring gakkum sebelumnya," sebutnya.

Oleh karenanya, pihaknya pun mengancam para pengemudi truk bakal memberikan sanksi tegas, seperti pencabutan izin jika ke depan masih melakukan pelanggaran yang sama.

"Kalau sudah melakukan pelanggaran-pelanggaran berkali-kali kita akan melakukan pencabutan izin operasional," tegasnya.

Meski begitu, Rini mengakui, kendala yang dihadapi pihaknya yakni banyaknya kendaraan dari luar Kota Cimahi, sehingga pihaknya harus melakukan surat menyurat dan lain sebagainya.

Menurutnya, larangan melintas truk pada jam sibuk itu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan yang sering terjadi di wilayah tersebut. Khususnya pada pagi dan sore hari yang terpantau sering mengalami kemacetan.

“Aturan itu masih berlaku. Kita berusaha membatasi pergerakan kendaraan besar untuk jam-jam sibuk agar tidak terjadi kemacetan sehingga lalu lintas dapat berjalan dengan baik dan lancar," tuturnya.

Rini pun tak memungkiri, kendati aturan pembatasan jam operasional sudah diterapkan. Namun, masih banyak pengemudi truk yang melanggar, padahal rambu-rambu yang dipasang sudah jelas.

"Bahkan, sosialisasi pun sering gencar dilakukan," imbuhnya.

Rini pun memastikan pelanggan yang kerap ditemui disebabkan lantaran masih kurangnya kesadaran para pengendara dengan adanya aturan tersebut.

"Memang masih ada yang membandel, masih ada pelanggaran yang dilakukan, sehingga kami memandang perlu dilakukan secara rutin karena mungkin kebiasaan dari kita melanggar aturan yang sudah ditetapkan," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti