Lakukan Mapping, BPBD Cimahi Ungkap Wilayah yang Terdampak Bencana Hidrometeorologi 

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur  Kota Cimahi memicu terjadinya bencana banjir di sejumlah wilayah di kota yang hanya memiliki tiga kecamatan itu.

Lakukan Mapping, BPBD Cimahi Ungkap Wilayah yang Terdampak Bencana Hidrometeorologi 
kawasan banjir di KOta Cimahi. Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Cimahi - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur  Kota Cimahi memicu terjadinya bencana banjir di sejumlah wilayah di kota yang hanya memiliki tiga kecamatan itu.

Guna mengantisipasi dampak bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi meminta warganya tetap waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), karena mulai masuk kembali musim penghujan potensi hidrometeorologi di Bandung Raya, termasuk di Kota Cimahi terjadi sejak 24 Desember 2023," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Cimahi, Rohmat saat dihubungi.
 
Rohmat menjelaskan, pada awal November 2023 lalu sejumlah wilayah di Indonesia dihantam cuaca panas ekstrem sebagai dampak dari penomena El Nino.

"Saat ini kita kembali dihadapkan cuaca ekstrem dengan curah hujan berintensitas tinggi pada 24-25 Desember 2023 yang memicu banjir di sejumlah wilayah di Kota Cimahi," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk waspada mengingat bencana hidrometeorologi ini berkaitan dengan bencana, seperti banjir, longsor dan angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang.

"Di beberapa lokasi juga sempat ada pohon tumbang dan itu harus diwaspadai masyarakat," ujarnya.
 
Kemudian, curah hujan dengan intensitas tinggi juga membuat beberapa drainase atau tempat penampungan air tidak cukup, sehingga meluap ke jalan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diwaspadai masyarakat, khususnya pengendara jalan. Sebab, ketinggian air rata-rata bisa mencapai 30 sentimeter dengan arus yang cukup deras.

"Jadi jangan menerobos karena derasnya air bisa membuat kendaraan terseret dengan kuat," ujarnya.

Rohmat menyebut, pihaknya telah melakukan pemetaan sejumlah wilayah yang paling terdampak bencana hidrometeorologi.

Seperti di wilayah Cimahi Utara, ada Cipageran, Cibabat dan Padasuka yang kerap diterjang bencana banjir. Sedangkan, di Cimahi Selatan, Leuwigajah menjadi salah satu daerah yang potensi banjirnya paling tinggi.

"Khusus di Cipageran potensi longsornya sangat tinggi, pernah kejadian-kejadian kecil yang menimpa beberapa rumah. Potensi pohon tumbang juga yang harus diwaspadai," sebutnya.

Kemudian, untuk potensi banjir bisa dilihat secara geografis di Kota Cimahi yang secara kontur berada di bawah, seperti Melong dan Utama.

"Kita selalu berikan peringatan di kawasan tersebut. Titik-titik tersebut hingga saat ini menjadi prioritas untuk penuntasan persoalan banjir," tandasnya.*** (agus satia negara)

 


Editor : Ahmad Sayuti